Posisinya dalam kelompok itu juga sangat tinggi.
Menurut sejumlah sumber dalam Hamas, Raed Saed adalah orang nomor dua di sayap militer organisasi tersebut, hanya di bawah Izz eldeen Al-Hadad. Dia pernah memimpin batalion di Kota Gaza pasukan yang dianggap paling besar dan paling lengkap persenjataannya.
Di sisi lain, Al Jazeera melaporkan pernyataan Israel yang lebih berhati-hati. Mereka hanya mengklaim berhasil menyerang "anggota kunci" Hamas di wilayah Gaza, tanpa membuka identitasnya.
Namun begitu, lewat sebuah unggahan di Telegram, militer Israel menuduh target mereka itu tengah berupaya membangun kembali kemampuan militer Hamas. Upaya itulah yang katanya dihentikan oleh serangan hari ini.
Artikel Terkait
Bali Siapkan Panggung Global untuk Ekonomi Biru di 2026
Trump Berharap Tak Perlu Gunakan Kekuatan Militer, Iran Malah Siapkan Serangan Instan
Misteri Pelat Dinas Kemhan di Porsche Cayenne: Warisan dari Ayah Bukan Pegawai
Terdakwa Mati Kabur Usai Sidang, Terekam Dibonceng Motor di Lubuk Pakam