Di Balai Kota Jakarta, Minggu lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui sebuah tantangan berat yang dihadapi ibukota. Ketimpangan antara si kaya dan si miskin, yang diukur dengan Gini Ratio, ternyata sangat sulit ditekan. Padahal, menurutnya, gap itu terasa begitu nyata dan lebar.
“Dalam kepemimpinan saya, salah satu persoalan serius Jakarta adalah Gini Ratio atau kemiskinan ini,” ujar Pramono, Sabtu (13/12).
“Perbedaan antara orang kaya dan miskinnya masih tinggi,” lanjutnya.
Yang menarik, sejumlah indikator ekonomi lain justru menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi bergerak baik, inflasi terkendali, angka kemiskinan dan pengangguran pun turun. Namun begitu, satu garis itu tak kunjung turun: ketimpangan.
Artikel Terkait
Trump Klaim Hamas Siap Serahkan Senjata, Puji Peran dalam Pengembalian Jenazah Sandera
Kebakaran Lahan Gambut di Pelalawan, Tim Gabungan Berjuang Empat Hari di Medan Berat
Menu Bergizi Berujung Petaka, 132 Siswa di Manggarai Barat Keracunan Massal
Dinamika Keraton Solo: PN Solo Kabulkan Ganti Nama, Mangkubumi Fokus Revitalisasi