Di Balai Kota Jakarta, Minggu lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui sebuah tantangan berat yang dihadapi ibukota. Ketimpangan antara si kaya dan si miskin, yang diukur dengan Gini Ratio, ternyata sangat sulit ditekan. Padahal, menurutnya, gap itu terasa begitu nyata dan lebar.
“Dalam kepemimpinan saya, salah satu persoalan serius Jakarta adalah Gini Ratio atau kemiskinan ini,” ujar Pramono, Sabtu (13/12).
“Perbedaan antara orang kaya dan miskinnya masih tinggi,” lanjutnya.
Yang menarik, sejumlah indikator ekonomi lain justru menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi bergerak baik, inflasi terkendali, angka kemiskinan dan pengangguran pun turun. Namun begitu, satu garis itu tak kunjung turun: ketimpangan.
Artikel Terkait
Puspom TNI Selidiki Ada atau Tidaknya Perintah di Balik Penyerangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Anggota DPR: Arus Mudik Lebaran Pacu Perputaran Uang Ratusan Triliun ke Daerah
Jadwal Buka Puasa di Jakarta dan Kepulauan Seribu Rabu 18 Maret 2026 Pukul 18.08
TNI Umumkan Empat Tersangka Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Tiga Berpangkat Perwira