Pertemuan itu menghasilkan sebuah momen yang sulit dilupakan.
Dengan penuh khidmat, TGH Turmudzi Badaruddin memegang kepala Zulfa. Di depan para kiai dan santri yang menyaksikan, dengan suara lirih namun penuh makna, Datuk Bagu memanjatkan doa khusus. Isinya memohonkan kekuatan, keikhlasan, serta keteguhan hati untuk Zulfa dalam mengemban amanah berat memimpin PBNU.
Suasana hening, khusyuk, dan terasa hangat. Momen spiritual itu bukan sekadar ritual. Lebih dari itu, ia adalah simbol dukungan moral yang nyata dari para ulama NTB untuk kepemimpinan PBNU saat ini.
Harapannya jelas. Kunjungan ini bisa mempererat lagi hubungan antara pusat dan daerah. Yang paling penting, semangat persatuan dan pengabdian di kalangan warga Nahdliyyin bisa terus dijaga, bahkan ditingkatkan. Setidaknya, itulah yang berusaha diwujudkan dari kunjungan dua hari ini.
Artikel Terkait
Persib Kokoh di Puncak Klasemen, Unggul 4 Poin dari Borneo
Bengkel di Bekasi Perkenalkan Metode Rebuild Total untuk Servis Kaki-Kaki Mobil
Sopir Truk Protes Penolakan Muatan dengan Parkir Melintang di Pelabuhan BBJ
Jadwal Salat dan Waktu Utama Zakat Fitrah di Denpasar 16 Maret 2026