Pertemuan itu menghasilkan sebuah momen yang sulit dilupakan.
Dengan penuh khidmat, TGH Turmudzi Badaruddin memegang kepala Zulfa. Di depan para kiai dan santri yang menyaksikan, dengan suara lirih namun penuh makna, Datuk Bagu memanjatkan doa khusus. Isinya memohonkan kekuatan, keikhlasan, serta keteguhan hati untuk Zulfa dalam mengemban amanah berat memimpin PBNU.
Suasana hening, khusyuk, dan terasa hangat. Momen spiritual itu bukan sekadar ritual. Lebih dari itu, ia adalah simbol dukungan moral yang nyata dari para ulama NTB untuk kepemimpinan PBNU saat ini.
Harapannya jelas. Kunjungan ini bisa mempererat lagi hubungan antara pusat dan daerah. Yang paling penting, semangat persatuan dan pengabdian di kalangan warga Nahdliyyin bisa terus dijaga, bahkan ditingkatkan. Setidaknya, itulah yang berusaha diwujudkan dari kunjungan dua hari ini.
Artikel Terkait
Golkar Buka Peluang Bahas Usulan PAN Hapus Ambang Batas Parlemen
Aceh Beralih ke Fase Pemulihan, Gubernur Mualem Beri Instruksi Ketat
Pedagang Sayur di Sepatan Diamankan Polisi, Sembunyikan Puluhan Pil Tramadol
Duka di Boyolali: Bocah 5 Tahun Tewas, Ibunya Terluka dalam Perampokan Berdarah