Operasi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Ketut Gede Adi Wibawa. Sasaran utamanya adalah lokasi-lokasi yang paling parah kondisinya, seperti Kampung Tengah di Nagari Salareh Aia Timur.
Nah, di hari yang sama, Kamis siang, giliran Pondok Qur'an Al-Muttaqin yang dibersihkan. Satu unit loader turun tangan meratakan lumpur yang menutupi jalan dan fondasi rumah. Suara mesinnya memecah kesunyian desa yang masih luluh lantak.
Sementara di luar alat berat beraksi, di dalam bangunan pondok, aktivitas lain berlangsung. Personel lain dengan sekop, cangkul, dan angkong, mengeluarkan material lumpur dari setiap sudut ruangan. Kerja fisik yang melelahkan, tapi penting.
Upaya seperti inilah yang krusial. Membersihkan sisa-sisa material bencana adalah langkah awal sebelum rekonstruksi benar-benar dimulai. Dengan terbukanya kembali jalur transportasi, aktivitas warga pelan-pelan bisa kembali normal.
Kehadiran mereka di tengah lumpur dan reruntuhan itu membawa harapan. Harapan bahwa normalisasi wilayah bisa berjalan lebih cepat, dan masyarakat segera bisa menghela napas lega, memulai lagi kehidupan yang sempat terhenti.
Artikel Terkait
Kroasia Tolak Ajakan Trump Bergabung dengan Dewan Perdamaian
Sirine Banjir Bekasi Berdentang di Tengah Malam, Ini Penjelasan Wali Kota
Komisi Yudisial Dorong Pemecatan Tiga Hakim Terkait Pelanggaran Etik Berat
Kembali Tergenang, Air di Kebon Pala Capai 90 Cm Usai Siaga Tiga Katulampa