Imigrasi Jaksel Luncurkan Si Sultan Sharing untuk Informasi Keimigrasian yang Lebih Dekat ke Warga

- Kamis, 11 Desember 2025 | 12:40 WIB
Imigrasi Jaksel Luncurkan Si Sultan Sharing untuk Informasi Keimigrasian yang Lebih Dekat ke Warga

Transformasi digital di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan sedang digeber. Kali ini, fokusnya pada cara mereka menyampaikan informasi ke publik. Inovasinya bernama "Si Sultan Sharing", yang merupakan akronim dari Jakarta Selatan Share Informasi Keimigrasian.

Intinya, program ini ingin memenuhi kebutuhan masyarakat akan info layanan yang lebih cepat dan mudah diakses. Harapannya, informasi yang ringkas dan terpadu itu bisa menjawab ekspektasi publik yang kini minta pelayanan lebih transparan dan responsif.

Nah, untuk menjalankannya, Imigrasi Jaksel tak bekerja sendiri. Mereka menggandeng Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UP PMPTSP) setempat, yang dikepalai oleh Indarini Ekaningtiyas. Kolaborasi ini dianggap krusial.

Menurut keterangan Humas Imigrasi Jaksel yang dirilis Kamis lalu, mereka akan memanfaatkan jaringan media penayangan milik UP PMPTSP. Jaringannya itu tersebar di ruang layanan mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan di seluruh Jakarta Selatan.

Dengan begitu, penyebaran informasi lewat digital signage dan televisi pelayanan diharapkan bisa menjangkau lebih banyak warga. Cara yang cukup cerdas, sih, untuk memakai infrastruktur yang sudah ada.

Tak cuma teks statis, mereka juga memproduksi video informasi publik. Yang menarik, video-video itu dilengkapi QR Code. Ketika dipindai, kode itu akan mengarahkan masyarakat ke sebuah linktree yang berisi kumpulan seluruh layanan informasi resmi dari Imigrasi Jaksel.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jaksel, Bugie Kurniawan, angkat bicara soal ini.

"Ini komitmen nyata kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang modern dan adaptif," ujarnya. Ia menekankan bahwa langkah ini selaras dengan nilai inti PRIMA: Profesional, Responsif, Inovatif, Melayani, dan Akuntabel.

Bugie juga menyebut bahwa Si Sultan Sharing adalah implementasi langsung dari perintah harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Perintah itu mencakup peningkatan kualitas pelayanan, transparansi informasi, penguatan budaya kinerja, serta menghadirkan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui program ini, masyarakat bisa dapat info seputar pembuatan paspor atau izin tinggal dengan lebih gampang. Informasinya dirancang ringkas dan ditempatkan dekat dengan lokasi aktivitas harian warga.

Di sisi lain, ada manfaat efisiensi yang cukup signifikan. Dengan memanfaatkan sarana elektronik milik mitra, proses penyebaran informasi jadi lebih efisien dan tentu saja menghemat anggaran. Menurut Bugie, kualitas edukasi untuk publik pun diyakini tetap bisa terjaga dengan baik.

Ke depannya, harapannya besar.

"Si Sultan Sharing diharapkan bisa mendorong terbentuknya citra Imigrasi Jaksel sebagai instansi yang proaktif dan terbuka," pungkas Bugie. Ia yakin, keterbukaan informasi yang baik akan meningkatkan kepercayaan publik. Pada akhirnya, ini semua adalah wujud nyata transformasi pelayanan menuju era yang lebih terintegrasi dan modern.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler