Duka di RS Polri: 22 Korban Kebakaran Terra Drone Kembali ke Pelukan Keluarga

- Rabu, 10 Desember 2025 | 20:00 WIB
Duka di RS Polri: 22 Korban Kebakaran Terra Drone Kembali ke Pelukan Keluarga

Isak tangis pecah di pelataran RS Polri Kramat Jati, Rabu petang. Duka yang sempat tertahan akhirnya tumpah saat satu per satu peti jenazah mulai dikeluarkan. Seluruh korban kebakaran di kantor Terra Drone, Jakarta Pusat, akhirnya berhasil diidentifikasi. Proses yang panjang itu berakhir dengan pemulangan 22 jasad kepada keluarga masing-masing.

Suasana saat itu benar-benar mengharu biru. Menurut pantauan di lokasi, sekitar pukul setengah tujuh sore, Wakil Kepala Rumah Sakit (Wakarumkit) RS Polri, Kombes Nariyana, menyerahkan langsung map berisi surat kematian. Nama-nama korban dipanggil, diikuti keluarga yang maju dengan langkah berat. Banyak dari mereka yang tak sanggup menahan tangis, hanya bisa mengusap air mata sambil berjalan tertatih menuju ambulans yang sudah disiapkan.

Beberapa keluarga bahkan sampai tak sadarkan diri, ambruk dilanda duka yang terlalu dalam. Sementara peti-peti jenazah itu satu per satu dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa pulang. Proses pemakaman pun akan segera dilanjutkan oleh pihak keluarga.

Di sisi lain, proses identifikasi sendiri memakan waktu dan usaha yang tidak mudah. Sebagian korban, seperti terlihat dalam daftar, harus diidentifikasi melalui beberapa metode sekaligus sidik jari, catatan gigi, medis, dan barang milik pribadi. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak kebakaran tersebut.

Berikut adalah nama-nama 22 korban yang telah berhasil diidentifikasi:

  • Siti Sa'addah Ningsih, 24 tahun.
  • Emilia Salim Tan, 23 tahun.
  • Ervina, 25 tahun.
  • Chandra Faajriati, 19 tahun.
  • Tahsya Larasati, 25 tahun.
  • Sendy Wijaya, 27 tahun.
  • Rayhansyah Pinago, 24 tahun.
  • Chintia Leni, 29 tahun.
  • Rosdiana, 26 tahun.
  • Muh Ikhsanul Mirja, 22 tahun.
  • Syaiful MURIANETWORK.COM, 38 tahun.
  • Assyifa Mulandar, 25 tahun.
  • Pariyem, 31 tahun, asal Lampung Barat.
  • Ninda Tan, 32 tahun, dari Serpong Utara, Tangerang Selatan.
  • Muhammad Arief Budiman, 24 tahun, alamat Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
  • Muhammad Apriyana, 40 tahun, warga Sudimara Jaya, Tangsel.
  • Della Yohana Simanjuntak, 22 tahun, dari Kebayoran Lama, Jaksel.
  • Nasa Elia Sabita, 27 tahun, alamat Tanah Abang, Jakarta Pusat.
  • Atinia Isnaini Rasyidah, 18 tahun, dari Makasar, Jakarta Timur.
  • Rufaidha Lathiifunnisa, 22 tahun. Identitasnya dipastikan lewat sidik jari, catatan medis, dan properti.
  • Novia Nurwana, 28 tahun. Proses identifikasi melibatkan sidik jari, gigi, data medis, dan barang miliknya.
  • Yoga Valdier Yaseer, 28 tahun. Metode serupa diterapkan: sidik jari, gigi, medis, dan properti.

Malam itu, langit Jakarta terasa lebih kelam. Ribuan kenangan dan harapan dari 22 jiwa itu, kini resmi berpulang. Tinggal duka yang harus dipikul oleh mereka yang ditinggalkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler