Teriakan seorang wanita pendukungnya menggema, menyimpulkan amarah yang dirasakan banyak orang di ruangan itu.
Meski khawatir dengan harga tinggi, para pendukung yang diwawancarai AFP enggan menyalahkan Trump. Mereka memilih melihat ke depan. Brianna Shay, salah satu pendukung berusia 26 tahun yang membawa poster "Trump Memberi Kita Harapan", mencoba menjelaskan.
"Secara pribadi, iya, harga memang tinggi saat ini," akunya. Tapi dia punya pandangan lain. "Keadaan harus memburuk sebelum membaik."
Dia lalu meniru nada sang pemimpin. "Sangat disayangkan, presiden sebelumnya benar-benar telah merugikan kita. Sangat buruk."
Di sisi lain, pesan Trump memang berubah. Dari yang awalnya menyangkal, kini mulai mengakui ada persoalan. Tapi bagi orang-orang yang memakai topi merah itu, perubahan pesan itu tidak penting. Yang penting adalah siapa yang mereka percayai bisa membawa mereka keluar dari situasi ini. Dan jawabannya, bagi mereka, cuma satu.
Artikel Terkait
Menteri Tito Soroti Alih Fungsi Lahan di Balik Longsor Pasirlangu
Polisi Periksa Reza Arap dan Teman Dekat Terkait Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah
Kekasih Lula Lahfah Diperiksa Polisi Besok, Obat-obatan Jadi Barang Bukti
Prabowo Curi Waktu di Davos, Minta Saran Zidane untuk Sepak Bola Indonesia