Teriakan seorang wanita pendukungnya menggema, menyimpulkan amarah yang dirasakan banyak orang di ruangan itu.
Meski khawatir dengan harga tinggi, para pendukung yang diwawancarai AFP enggan menyalahkan Trump. Mereka memilih melihat ke depan. Brianna Shay, salah satu pendukung berusia 26 tahun yang membawa poster "Trump Memberi Kita Harapan", mencoba menjelaskan.
"Secara pribadi, iya, harga memang tinggi saat ini," akunya. Tapi dia punya pandangan lain. "Keadaan harus memburuk sebelum membaik."
Dia lalu meniru nada sang pemimpin. "Sangat disayangkan, presiden sebelumnya benar-benar telah merugikan kita. Sangat buruk."
Di sisi lain, pesan Trump memang berubah. Dari yang awalnya menyangkal, kini mulai mengakui ada persoalan. Tapi bagi orang-orang yang memakai topi merah itu, perubahan pesan itu tidak penting. Yang penting adalah siapa yang mereka percayai bisa membawa mereka keluar dari situasi ini. Dan jawabannya, bagi mereka, cuma satu.
Artikel Terkait
Pria Diamankan Usai Coba Mencuri di Masjid Istiqlal Saat Iktikaf
Iran Akui Ali Larijani, Pejabat Keamanan Senior, Tewas dalam Serangan Israel
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta di Puncak Arus Mudik Lebaran
KBRI Kuala Lumpur Tutup Sementara untuk Libur Nyepi dan Idul Fitri