Dari pantauannya, pelanggaran di gedung itu cukup fatal. Tangga daruratnya terlalu sempit, misalnya. Meski ada hydrant, fasilitas penyelamatan lainnya dinilai tak memadai. Kondisi semacam itulah yang menjebak para karyawan saat asap tebal membubung dari lantai bawah.
"Kalau saya lihat, tangganya kecil banget. Itu yang menyebabkan beberapa orang nggak bisa turun ke bawah," jelasnya. "Ketika kebakar, karyawannya naik ke atas, asap dari bawah. Itulah yang membuat korban cukup banyak."
Mulai pekan ini, pengecekan SLF akan digelar. Fokusnya tak cuma pada gedung-gedung pencakar langit, tapi lebih pada bangunan-bangunan yang 'tumbuh' di sela kawasan lama. Tempat-tempat yang seringkali luput dari pengawasan ketat. Pramono, yang juga mantan Seskab, bertekad menertibkan ini semua. Agar tragedi Kemayoran tidak terulang lagi.
Artikel Terkait
Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Lumajang Dini Hari
Anggota DPRD Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Ijazah Orang Lain
Politisi Mali Divonis Tiga Tahun Penjara di Pantai Gading Atas Tuduhan Hina Presiden