Gubernur Lampung: Kalau Seni Bisa Viral, Kenapa Empat Pilar Tidak?

- Rabu, 10 Desember 2025 | 09:25 WIB
Gubernur Lampung: Kalau Seni Bisa Viral, Kenapa Empat Pilar Tidak?

Acara di Youth Center PKOR Way Halim, Bandar Lampung, itu ramai sekali. Masyarakat memadati area, menonton pertunjukan yang memadukan tari tradisional dengan gebyar konten digital. Di tengah kemeriahan itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasinya. Ia melihat cara MPR RI mensosialisasikan Empat Pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika lewat pendekatan seni budaya justru lebih jitu.

“Seni itu cepat dipahami dan budaya itu melekat,” ujar Rahmat Mirzani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/12/2025).

“Ketika pesan kebangsaan disampaikan melalui pertunjukan rakyat seperti ini, yang diserap bukan hanya informasi tetapi juga rasa kebangsaan.”

Menurutnya, metode semacam ini jauh lebih efektif menjangkau semua lapisan masyarakat. Pagelaran Rakyat yang digelar MPR RI itu sendiri merupakan upaya konkret untuk merawat kecintaan pada budaya Nusantara. Terutama di era sekarang, di mana arus digitalisasi tak terbendung.

Gubernur lantas menyinggung soal Lampung. Provinsi ini disebutnya sebagai miniatur Indonesia. Beragam etnis dari seluruh Nusantara hidup di sini. Keragaman itu bukan sekadar data kependudukan, melainkan bukti nyata bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika benar-benar hidup dan terjaga.

Di sisi lain, ia tak menampik adanya gempuran budaya global yang melaju lewat teknologi. Karena itulah, identitas bangsa harus dipertahankan. Rahmat mendorong para pegiat seni dan kreator muda di Lampung untuk ambil peran. Mereka diharap bisa menjadi agen pelestari budaya lewat karya-karya kreatif, termasuk di platform digital.

“Kalau seni dan budaya bisa viral, kenapa Empat Pilar tidak bisa?” tantangnya.

“Saya titip kepada para pegiat kreativitas, kalian lah instrumen terkuat dalam menjaga budaya dan memperkuat identitas kita.”

Sementara itu, dari panggung yang sama, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti hal lain. Ia melihat potensi Lampung yang sangat besar sebagai pusat ekspresi seni. Keberagaman budaya dan energi kreatif warganya dinilainya sebagai modal berharga.

“Korea Selatan bisa mendunia lewat seni pop. Kita pun punya peluang yang sama,” kata Muzani.

“Mungkin saja yang duduk di kiri atau kanan saya hari ini suatu hari menjadi artis top nasional, bahkan dunia.”

Ia memberi contoh fenomena Pacu Jalur di Riau yang sempat viral dan dikenal dunia. Momentum itu, katanya, lahir dari daya tarik budaya lokal yang kuat. Berekspresi melalui seni apakah itu modern, pop, atau tradisional adalah bagian penting dari kekuatan bangsa.

Sebelum acara berakhir, Muzani mengajak semua pihak menjaga semangat gembira dan optimisme dalam berkesenian. Ia juga tak lupa menyampaikan doa untuk warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang dilanda bencana.

“Provinsi Lampung adalah daerah yang kaya seni,” tutupnya.

“Hari ini kita tampilkan sebagian ekspresi itu, dari Campursari hingga Jaranan, dari panggung tradisional hingga ruang digital seperti TikTok live.”

Pagelaran berlangsung meriah. Berbagai kelompok seni daerah dan kreator digital muda unjuk kebolehan. Suasana malam itu terasa hangat, penuh tawa dan tepuk tangan, mengingatkan bahwa pesan kebangsaan bisa sampai dengan cara yang menyenangkan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar