“Tepat pukul 01.36 WIB, kami berhasil menemukan anak yang dilaporkan hilang dan mempertemukannya kembali dengan kedua orang tuanya yang sedang dalam kekhawatiran,” tuturnya.
Namun begitu, pertemuan itu justru membuka tabir kebohongan. Dari hasil pemeriksaan, J akhirnya mengaku. Semua adalah rekayasa. Ia tak pernah diculik atau disekap siapa-siapa.
Motifnya sederhana sekaligus rumit: utang. J butuh uang segar, tepatnya Rp 50 juta, untuk melunasi kewajiban dari bisnis jual beli mobil yang ia geluti. Daripada mengaku terus terang pada orang tua, ia memilih jalan pintas yang dramatis: menyutradarai penculikan dirinya sendiri.
Jelas Edison.
Polisi pun akhirnya hanya bisa memediasi keluarga. Soal utang-piutang itu, kata Edison, mereka tak ikut campur lebih jauh.
Imbuhnya menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Piton Raksasa Telan Petani di Kebun, Ayah Tebas Ular dengan Parang
Politiser Tertipu Rp 226 Juta, Perempuan 72 Tahun Dituntut 2 Tahun Bui
Iran Tegaskan Siap Perang, Tapi Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka
Golkar Buka Peluang Bahas Usulan PAN Hapus Ambang Batas Parlemen