“Tepat pukul 01.36 WIB, kami berhasil menemukan anak yang dilaporkan hilang dan mempertemukannya kembali dengan kedua orang tuanya yang sedang dalam kekhawatiran,” tuturnya.
Namun begitu, pertemuan itu justru membuka tabir kebohongan. Dari hasil pemeriksaan, J akhirnya mengaku. Semua adalah rekayasa. Ia tak pernah diculik atau disekap siapa-siapa.
Motifnya sederhana sekaligus rumit: utang. J butuh uang segar, tepatnya Rp 50 juta, untuk melunasi kewajiban dari bisnis jual beli mobil yang ia geluti. Daripada mengaku terus terang pada orang tua, ia memilih jalan pintas yang dramatis: menyutradarai penculikan dirinya sendiri.
Jelas Edison.
Polisi pun akhirnya hanya bisa memediasi keluarga. Soal utang-piutang itu, kata Edison, mereka tak ikut campur lebih jauh.
Imbuhnya menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Panglima TNI Mutasi 35 Perwira, Dominasi Kopassus Menonjol
Trump Desak Sekutu Kirim Kapal Perang Buka Blokade Iran di Selat Hormuz
Ladang Minyak Strategis Abu Dhabi Terbakar Usai Serangan Drone
Jasaraharja Serahkan Ambulans Listrik untuk Dukung Keselamatan Wisatawan TMII