38 Patriot Desa Diterjunkan ke Ciwidey, Bekal Koperasi Jadi Lokomotif Ekonomi

- Selasa, 09 Desember 2025 | 21:15 WIB
38 Patriot Desa Diterjunkan ke Ciwidey, Bekal Koperasi Jadi Lokomotif Ekonomi

Di tengah udara sejuk Ciwidey, Bandung, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah baru saja menutup sebuah program magang khusus. Program selama delapan hari itu diikuti oleh 38 pengurus koperasi desa yang datang dari 11 provinsi berbeda. Tujuannya jelas: membekali mereka dengan kemampuan nyata, terutama di sektor pertanian, agar bisa mengelola koperasi di daerah masing-masing dengan lebih baik.

Namun begitu, Farida punya pesan tegas. Ia tak ingin acara ini berakhir sebagai sekadar pelatihan formal belaka. Baginya, ilmu yang didapat harus langsung diterjemahkan menjadi aksi konkret di lapangan.

“Jadi tidak main-main, Bapak-Ibu di sini bisa disebut sebagai patriot. Tujuan magang ini tidak hanya mengelola distribusi LPG atau kasir saja, tetapi dapat menjadikan Kopdes sebagai lokomotif ekonomi di setiap desa Bapak/Ibu semua,” tegas Farida dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, program ini bukan cuma soal keterampilan teknis. Lebih dari itu, ada semangat patriotisme yang coba ditanamkan. Para peserta ia sebut sebagai ‘patriot’ yang punya tugas mulia: mengentaskan kemiskinan dan mendongkrak kesejahteraan warga desa.

Di sisi lain, peran koperasi desa dinilai sangat strategis. Farida melihat ini sebagai salah satu cara mewujudkan visi Presiden Prabowo soal pembangunan ekonomi desa dan swasembada pangan.

“Kami percaya Bapak-Ibu mampu mengelola Koperasi Desa Merah Putih yang pada akhirnya nanti akan menjadi seperti yang dicita-citakan oleh Bapak Presiden Prabowo,” katanya.

Ia juga menyoroti sebuah persoalan klasik: urbanisasi. Banyak tenaga kerja desa yang memilih merantau ke kota, seringkali malah menimbulkan masalah sosial baru. Nah, di sinilah koperasi desa diharapkan bisa menjadi penahan. Dengan menciptakan lapangan kerja di lokal, warga tak perlu lagi pergi jauh-jauh.

Program magang ini disebutnya sebagai langkah awal. Fondasi untuk membangun inovasi usaha dan membuka lebih banyak kesempatan kerja di pedesaan. Tapi tentu, pengembangan koperasi harus terus didorong lewat kemitraan yang kuat, akses pembiayaan, dan jejaring yang luas. Farida berharap praktik baik dari Kopontren Al-Ittifaq tempat mereka magang bisa ditiru di daerah asal.

“Kita berharap dari program magang ini apa yang didapatkan bisa berbagi ilmu dengan teman-teman yang belum bisa magang,” tambahnya.

Ia lantas mengingatkan hal yang cukup mendesak. Para peserta diminta segera mengirimkan data lahan di desanya yang siap dipakai untuk membangun aset fisik. Misalnya untuk gudang atau gerai. Soalnya, masih banyak koperasi yang datanya belum lengkap. Farida juga menekankan agar koperasi tetap inklusif, terbuka untuk semua warga, bukan jadi kelompok eksklusif.

“Jadi ujung tombak dari Kopdes/Kel ini adalah Bapak-Ibu semuanya, sehingga kita sangat berharap jangan jadikan ini beban tapi jadikan ini tantangan,” ujarnya.

Dari sisi penyelenggara, Desty Anna Sari, Deputi Bidang Pengembangan Talenta Kemenkop, menjelaskan bahwa magang ini adalah bagian dari proses inkubasi. Ia berharap pengalaman langsung di Ciwidey bisa langsung diimplementasikan oleh para peserta.

Sementara itu, Presiden Direktur Al-Ittifaq, Irpan Sadikin, punya penyematan istilah yang puitis. Ia menyebut para peserta sebagai bibit unggul untuk masa depan koperasi Indonesia.

“Hari ini kami mendistribusikan bibit-bibit dan insan-insan terbaik bagi masa depan koperasi Indonesia. Saya yakin panennya akan melimpah,” ujar Irpan.

Keberhasilan model koperasi modern seperti yang dijalankan Al-Ittifaq, menurutnya, bisa ditularkan. Tujuannya bukan cuma menggerakkan ekonomi satu desa, tapi juga memberi dampak riil bagi masyarakat di sekitarnya.

“Bukan hanya ekonomi desanya saja yang bergerak, tapi ekonomi seluruh masyarakat di sekitar koperasi juga ikut bergerak,” tutup Irpan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini