Pengadilan Beijing Paksa Malaysia Airlines Bayar Rp 54,6 Miliar ke Keluarga Korban MH370

- Selasa, 09 Desember 2025 | 12:10 WIB
Pengadilan Beijing Paksa Malaysia Airlines Bayar Rp 54,6 Miliar ke Keluarga Korban MH370

Lebih dari sepuluh tahun setelah pesawat MH370 hilang secara misterius, sebuah keputusan pengadilan akhirnya turun. Pengadilan di Beijing memutuskan bahwa Malaysia Airlines harus membayar kompensasi kepada keluarga korban. Nilainya tidak main-main: total 23,2 juta Yuan, atau kalau dirupiahkan, kira-kira Rp 54,6 miliar.

Keputusan yang dibacakan pada Jumat (5/12) waktu setempat itu, seperti dilaporkan Reuters, secara rinci memerintahkan maskapai untuk membayar sekitar 2,9 juta Yuan (sekitar Rp 6,8 miliar) untuk setiap kasus gugatan. Putusan ini secara khusus menangani delapan gugatan yang diajukan oleh keluarga penumpang asal China.

Menurut pengadilan, besaran angka itu dimaksudkan untuk menutup berbagai kerugian. Mulai dari biaya pemakaman, tekanan mental yang tak terkira, hingga kerugian-kerugian lain yang diderita keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, Malaysia Airlines sendiri belum memberikan pernyataan atau tanggapan resmi atas putusan tersebut.

Di sisi lain, tidak semua kasus berakhir di ruang sidang. Pengadilan Rakyat Distrik Chaoyang menyebutkan, ada 47 gugatan lain yang justru sudah ditarik. Ini terjadi setelah keluarga korban berhasil mencapai kesepakatan secara langsung dengan Malaysia Airlines dan anak perusahaannya, Malaysia Airlines International.

Meski begitu, perjalanan hukum belum sepenuhnya usai. Masih ada 23 gugatan lain yang catatannya masih dalam proses persidangan. Artinya, babak baru mungkin masih akan menyusul.

Putusan Beijing ini, meski hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan korban, setidaknya memberi sedikit kepastian. Setelah penantian panjang yang melelahkan, ada secara keadilan yang akhirnya bisa dipegang walau tentu, tak ada kompensasi yang sanggup mengembalikan yang hilang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar