Gelombang tinggi tak terduga menghantam pantai-pantai di Tenerife, Spanyol, dengan kekuatan yang mengerikan. Kejadian tragis ini merenggut nyawa empat orang pengunjung yang sedang berenang, menurut laporan pihak berwenang setempat.
Menurut keterangan yang diberikan kepada pers, insiden mematikan itu terjadi pada hari Minggu. Dua pria dan seorang wanita dilaporkan tewas setelah mereka mengunjungi bagian garis pantai yang sebenarnya sudah ditutup untuk umum. Peringatan akan gelombang besar di Kepulauan Canary, gugusan pulau di lepas Afrika barat laut itu, rupanya tak dihiraukan.
Upaya penyelamatan sempat memberi secercah harapan. Tim penyelamat berhasil menghidupkan kembali korban keempat yang mengalami henti jantung. Namun, nasib berkata lain.
Layanan darurat kemudian mengonfirmasi bahwa wanita tersebut akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit Santa Cruz de Tenerife, Senin pagi.
"Satu orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," ujar seorang juru bicara layanan darurat.
Pencarian juga masih dilakukan untuk menemukan orang lain yang dilaporkan hilang. Sampai saat ini, kewarganegaraan para korban belum dipublikasikan.
Sebenarnya, peringatan telah lebih dulu dikeluarkan. Pemerintah daerah Canary sudah mengimbau masyarakat waspada akan potensi gelombang setinggi 2 hingga 3,5 meter yang diperkirakan menerjang kawasan Atlantik itu pada akhir pekan. Tapi, tampaknya peringatan itu tak cukup menyurutkan niat beberapa orang.
Di sisi lain, banyak wisatawan memadati kepulauan itu karena hari Senin merupakan hari libur nasional di Spanyol. Suasana liburan yang seharusnya riang, berubah menjadi duka.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi