Asap hitam mengepul dari sebuah klub malam di kawasan wisata Goa, India, pada Minggu (7/12) lalu. Kebakaran itu merenggut nyawa 25 orang. Di antara korban jiwa yang berjatuhan itu, ternyata ada empat warga Nepal.
Duta Besar Nepal untuk India, Shankar P. Sharma, mengungkapkan dukacitanya.
"Sangat berduka atas tragedi kebakaran Goa yang menewaskan 25 orang kemarin, termasuk empat warga negara Nepal," katanya.
"Saya turut berduka cita untuk keluarga yang ditinggalkan, dan saya berdoa agar mereka yang terluka segera pulih," imbuh Sharma dalam pernyataan yang dikutip kantor berita AFP, Senin (8/12/2025).
Menurut informasi yang beredar, korban tewas lainnya kebanyakan warga India. Mereka adalah staf klub malam dan beberapa wisatawan yang datang dari New Delhi.
Lokasi kejadiannya di Arpora, kawasan di utara Goa. Api diduga mulai berkobar karena "petasan listrik" begitu keterangan para pejabat. Saat bagian-bagian kayu bangunan itu terbakar, situasi langsung jadi kacau. Banyak korban yang terjebak dan meninggal akibat sesak napas, terutama di ruang bawah tanah dan area dapur yang sempit.
Menanggapi musibah ini, Kepala Menteri Goa Pramod Sawant langsung bertindak. Empat orang sudah diamankan terkait insiden tersebut. Bukan cuma itu, Sawant juga memerintahkan pemeriksaan mendadak ke klub-klub malam lain di bekas jajahan Portugis itu.
Sayangnya, peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi di India. Kebakaran kerap melanda, dan penyebabnya selalu klise: praktik pembangunan yang asal-asalan, tempat yang terlalu padat pengunjung, plus aturan keselamatan yang sering diabaikan. Nyawa pun jadi taruhannya.
Artikel Terkait
Borneo FC Samai Poin Persib di Puncak Klasemen Usai Bungkam Persita 2-0
Penjual Kacamata Keliling di Bali Wujudkan Impian Naik Haji Setelah Menabung 20 Tahun
Menteri Lingkungan Hidup Akan Jadikan Program Green Policing Riau sebagai Kebijakan Nasional
Baku Hantam Ojol dengan Debt Collector di Depok Berakhir Damai, Polisi Ingatkan Prosedur Penarikan Kendaraan