tuturnya.
Layanan ini diharapkan jadi titik awal pemulihan, terutama bagi mereka yang paling rentan: anak-anak, orang tua, penyandang disabilitas, dan kelompok lainnya yang butuh pendampingan ekstra.
Di sisi lain, Pekerja Sosial Sentra Darussa'adah, Erna Dwi Susanti, membeberkan apa saja yang dilakukan timnya untuk anak-anak. Kegiatannya beragam, mulai dari terapi bermain, mendongeng, latihan mengatur emosi, sampai seni. Intinya, menciptakan ruang aman agar mereka bisa mengekspresikan perasaan.
"Dalam sesi terapi bersama anak-anak, kami masih mendapati kondisi dominasi ketakutan, kehilangan dan kesedihan pasca banjir yang mereka alami,"
ungkap Erna.
Sementara untuk kelompok lansia, tim melakukan kunjungan khusus ke posko. Mereka mendapat pendampingan plus fisioterapi ringan untuk meredakan ketegangan fisik pasca bencana. Tidak ketinggalan, kelompok rentan lain juga mendapat konseling personal. Tujuannya jelas: memberikan penguatan, membantu mereka memahami situasi, dan perlahan membangkitkan semangat untuk bangkit kembali.
Artikel Terkait
Putin dan Larijani Bahas Aliansi di Kremlin Saat Ancaman AS ke Iran Menggantung
Trump: Iran Ingin Berunding, Tapi Batas Waktu Rahasia Sudah Ditetapkan
Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Lumajang Dini Hari