tuturnya.
Layanan ini diharapkan jadi titik awal pemulihan, terutama bagi mereka yang paling rentan: anak-anak, orang tua, penyandang disabilitas, dan kelompok lainnya yang butuh pendampingan ekstra.
Di sisi lain, Pekerja Sosial Sentra Darussa'adah, Erna Dwi Susanti, membeberkan apa saja yang dilakukan timnya untuk anak-anak. Kegiatannya beragam, mulai dari terapi bermain, mendongeng, latihan mengatur emosi, sampai seni. Intinya, menciptakan ruang aman agar mereka bisa mengekspresikan perasaan.
"Dalam sesi terapi bersama anak-anak, kami masih mendapati kondisi dominasi ketakutan, kehilangan dan kesedihan pasca banjir yang mereka alami,"
ungkap Erna.
Sementara untuk kelompok lansia, tim melakukan kunjungan khusus ke posko. Mereka mendapat pendampingan plus fisioterapi ringan untuk meredakan ketegangan fisik pasca bencana. Tidak ketinggalan, kelompok rentan lain juga mendapat konseling personal. Tujuannya jelas: memberikan penguatan, membantu mereka memahami situasi, dan perlahan membangkitkan semangat untuk bangkit kembali.
Artikel Terkait
Sekutu AS Tolak Rencana Armada Perang di Selat Hormuz, Trump Kecewa
Polri Terapkan Contraflow dan Siapkan One Way Nasional Antisipasi Lonjakan Mudik di Tol Trans Jawa
Wali Kota Makassar Tegaskan Takbiran Diperbolehkan, Konvoi dan Petasan Dilarang
TNI Tunggu Instruksi Presiden Prabowo untuk Pengiriman Pasukan ke Gaza