Kondisi ini memperparah trauma dan menghambat pencarian.
jelas Haji Uma lagi.
Kehidupan di Gedumbak benar-benar lumpuh. Listrik padam total, jalan-jalan rusak parah, dan akses air bersih pun terputus. Tenda pengungsian yang ada dilaporkan tak mencukupi untuk menampung semua korban. Dampaknya mulai terasa pada kesehatan; banyak warga yang mengeluh gatal-gatal akibat terpaksa menggunakan air yang tak layak.
Melihat tingkat kehancuran yang begitu masif, Haji Uma pesimistis pemulihan akan berjalan cepat. Menurut perkiraannya, butuh waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai satu dekade, untuk membangun kembali desa yang hancur itu.
Artikel Terkait
Rakornas 2026 di Sentul: Kunci Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas
Kisah Penculikan Bocah Bekasi Berakhir di Atas Bus Bandung-Merak
DPR Apresiasi Langkah Cepat Danantara Bangun Huntara untuk Korban Bencana Sumbar
BPKB Digital Resmi Hadir, Cek Data Kendaraan Cukup dari Ponsel