Kondisi ini memperparah trauma dan menghambat pencarian.
jelas Haji Uma lagi.
Kehidupan di Gedumbak benar-benar lumpuh. Listrik padam total, jalan-jalan rusak parah, dan akses air bersih pun terputus. Tenda pengungsian yang ada dilaporkan tak mencukupi untuk menampung semua korban. Dampaknya mulai terasa pada kesehatan; banyak warga yang mengeluh gatal-gatal akibat terpaksa menggunakan air yang tak layak.
Melihat tingkat kehancuran yang begitu masif, Haji Uma pesimistis pemulihan akan berjalan cepat. Menurut perkiraannya, butuh waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai satu dekade, untuk membangun kembali desa yang hancur itu.
Artikel Terkait
TNI Umumkan Empat Tersangka Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Tiga Berpangkat Perwira
Flick Waspadai Kecepatan Newcastle di Laga Penentu Barcelona
OMG Beauty dan ParagonCorp Fasilitasi Mudik Gratis Ratusan Pemudik dari Monas
Nyepi dan Idulfitri Berdekatan di Maret 2026, Wakil Ketua MPR Soroti Momentum Kerukunan