"Seperti SPPG di Dalam Pagar, itu nanti khusus melayani santri-santri dari pondok pesantren yang ada di wilayah itu," jelas Yudha.
Di sisi lain, ada hal menarik yang diterapkan terkait pengelolaan limbah. Sejak awal, mereka punya komitmen untuk zero waste. Sisa makanan yang tak terolah lagi tidak langsung dibuang begitu saja.
"Sisa-sisa makanan itu sudah ada yang menampung, ada anggota Polres Banjarbaru yang punya peternakan. Setiap hari dia ambil sisa makanan diberi ke ternak," ujar Yudha.
Secara keseluruhan, operasional SPPG ini disebutnya sudah sesuai SOP. Proses pengajuan sertifikat halal pun masih terus berjalan. Harapannya sih sederhana: seluruh jajaran bisa konsisten menjalankan program ini mengacu pada SOP Badan Gizi Nasional. Komitmen itu yang terus ditekankan.
Artikel Terkait
Video Bantah Klaim Resmi: Tewasnya Perawat di Minneapolis Usai Rekam Aksi Petugas ICE
Hari Ketiga Pencarian, 13 Kantong Jenazah Lagi Ditemukan di Cisarua
Tito Karnavian Pacu Bantuan Korban Bencana, Rp 15 Ribu per Hari hingga Stimulus Rp 5 Juta
Eddy Soeparno Soroti Anggaran Pencegahan Bencana yang Terlupakan