Trump Kritik Pedas NATO Soal Penolakan Buka Blokade Selat Hormuz

- Rabu, 18 Maret 2026 | 10:45 WIB
Trump Kritik Pedas NATO Soal Penolakan Buka Blokade Selat Hormuz

Donald Trump tak segan menyuarakan kekecewaannya. Presiden Amerika Serikat itu melontarkan kritik pedas terhadap NATO, menyusul penolakan sekutu-sekutunya untuk mengirim pasukan guna membuka Selat Hormuz di Iran. Menurutnya, AS sebenarnya tak butuh bantuan mereka.

“Saya pikir NATO melakukan kesalahan yang sangat bodoh,” ujar Trump kepada para wartawan. Saat itu, ia sedang menjamu Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, di Ruang Oval Gedung Putih.

“Saya sudah lama mengatakan bahwa saya bertanya-tanya apakah NATO akan pernah ada untuk kita. Jadi ini adalah ujian besar,” tambahnya, dengan nada yang tak menyembunyikan rasa frustrasi.

Menurut laporan AFP, Rabu (18/3/2026), sebagian besar sekutu AS memang menampik seruan Trump untuk bergabung dalam upaya mengawal kapal melalui jalur laut vital itu. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bahkan bersikukuh negaranya “tidak akan pernah” melakukannya sebelum situasi benar-benar mereda.

Namun begitu, Trump bersikeras Washington siap bertindak sendirian. Ia meyakinkan bahwa sekutu-sekutu NATO pun sebenarnya sepakat Iran perlu dihadapi terkait program nuklirnya yang kontroversial. “Kita tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan. Kita tidak membutuhkan bantuan apa pun,” tegasnya.

Beberapa menit sebelum pertemuan berlangsung, Trump sudah lebih dulu meluapkan amarahnya di platform Truth Social. Dalam unggahan panjangnya, ia menyatakan pasukan AS “tidak lagi membutuhkan” bantuan militer dalam konflik dengan Iran.

Ia menyebut “sebagian besar” anggota NATO, plus Jepang, Australia, dan Korea Selatan, enggan terlibat. Aliansi militer yang telah berjalan puluhan tahun itu ia gambarkan bagai “jalan satu arah”.

“Karena kita telah meraih kesuksesan militer yang begitu besar, kita tidak lagi ‘membutuhkan,’ atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO KITA TIDAK PERNAH MEMBUTUHKANNYA!” tulisnya dengan huruf kapital untuk penekanan.

Pernyataan-pernyataan keras ini jelas memperlihatkan retaknya hubungan. Trump seolah sedang menguji loyalitas sekutu lama, sambil menunjukkan kekuatan Amerika yang ia klaim bisa berdiri sendiri.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler