Selasa kemarin, sejumlah berita ekonomi penting bermunculan dari laporan ANTARA. Dari soal harga BBM yang masih jadi perhatian publik, hingga pembukaan peluang baru untuk proyek sampah jadi listrik. Ini rangkuman yang perlu kamu tahu untuk hari Rabu ini.
Menkeu: Harga BBM Masih Bisa Ditahan Sampai Akhir Tahun
Di tengah gejolak harga energi global yang dipicu konflik Timur Tengah, pemerintah merasa masih punya napas panjang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan harga bahan bakar minyak masih bisa dipertahankan pada level sekarang hingga akhir tahun.
“Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang,” ujar Purbaya.
Pernyataan itu disampaikannya usai mengunjungi Pasar Beringharjo di Yogyakarta, Selasa (17/3).
Strategi Penghematan Energi di Sektor Publik Disusun
Di sisi lain, pemerintah tak hanya fokus pada subsidi. Mereka juga sedang menyiapkan strategi untuk menghemat pemakaian energi di sektor-sektor publik. Pendidikan, kesehatan, dan pelayanan umum jadi sasarannya, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menko PMK Pratikno bilang, kebijakan efisiensi ini harus responsif dan berbasis data. Mereka akan melihat pengalaman pengaturan mobilitas saat pandemi dulu sebagai bahan pertimbangan.
BI Soroti Dampak Perang Timteng pada Ekonomi Global
Bank Indonesia punya pandangan suram soal dampak konflik di Timur Tengah. Menurut mereka, perang yang berkecamuk sejak akhir Februari 2026 itu memperburuk prospek ekonomi dunia.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan lebih detail dalam konferensi pers virtual.
“Melonjaknya harga minyak dunia berdampak negatif terhadap rantai pasok perdagangan antar negara,” katanya. Imbasnya, pertumbuhan ekonomi global terancam melambat sementara tekanan inflasi justru meningkat.
Respons atas Investigasi Dagang AS
Sementara itu, dari sisi perdagangan internasional, ada ancaman lain yang direspons pemerintah. Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian, menyebut pemerintah akan berdiskusi dengan pelaku usaha dan asosiasi industri. Tujuannya, membahas investigasi yang dilakukan United States Trade Representative (USTR) melalui pasal 301.
Langkah ini penting untuk mematangkan posisi Indonesia sebelum proses konsultasi dengan Pemerintah AS benar-benar dimulai.
Pendaftaran Mitra Proyek Sampah Jadi Listrik Dibuka Lagi
Ada juga kabar soal peluang investasi. Danantara Indonesia, lewat PT Danantara Investment Management (DIM), kembali membuka pendaftaran bagi calon mitra proyek Waste-to-Energy atau PSEL. Ini gelombang kedua, setelah seleksi untuk wilayah Bekasi, Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Yogyakarta rampung digelar.
Bagi perusahaan yang berminat terjun di bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik, kesempatan ini mungkin patut dipertimbangkan.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi