Ia menilai Presiden Prabowo punya sikap yang gentleman dalam hal ini. Intinya, hukum tidak boleh jadi alat balas dendam.
"Justru Pak Prabowo mau meluruskan bahwa kami ini nggak mau menggunakan hukum, instrumen hukum sebagai alasan untuk mengeksekusi dendam politik," paparnya.
Jadi, meski terkesan seperti rekonsiliasi, langkah ini lebih pada penegasan sikap. Habiburokhman ingin semua pihak paham.
"Itu makanya bahasanya seolah-olah ini yang disebut apa, rekonsiliasi. Tapi ini menegaskan sikap gentlemen kita, sikap gentlemen Pak Prabowo, nggak ada ya, karena dendam politik orang ditipikorkan, nggak ada. Nah itu yang diluruskan," tutupnya.
Artikel Terkait
Jokowi Siap Turun Gunung Demi Kemenangan PSI
Pasca-Bencana, Sumbar Bangkit dengan Desain Permanen
Stadion GHAS Padang Siap Direhab Total, Semen Padang Siap Jadi Tim Musafir
Jokowi Sambut Rakernas PSI dengan Passapu dan Tarian Bugis di Makassar