“Termasuk juga inventori obat-obatan yang memang dibutuhkan di lapangan. Karena kami juga ingin menjaga agar masyarakat yang saat ini misalnya menjalani pelayanan kesehatan, menjalani pengobatan secara rutin, jangan sampai karena adanya bencana mereka akhirnya tidak mendapatkan pelayanan sehingga kondisinya bisa memburuk,” sambung Charles.
Persoalannya makin rumit. Laporan terakhir yang diterima Charles menunjukkan fasilitas kesehatan yang bisa beroperasi justru semakin menyusut. Akibat kerusakan dan kendala operasional, sedikitnya lebih dari 15 rumah sakit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini tak berfungsi.
“Jumlah fasyankes yang tidak beroperasi sepertinya semakin bertambah. Jumlah rumah sakit, kalau saya tidak salah ingat, sudah lebih dari 15 rumah sakit yang tidak beroperasi di tiga provinsi yang terdampak banjir,” paparnya.
Dan itu belum segalanya. Korban yang mengungsi pun, katanya, jumlahnya terus membengkak dari hari ke hari. Situasinya benar-benar memprihatinkan.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka