Honoris Desak Kemenkes Waspadai Wabah Pasca-Banjir Sumut

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 01:30 WIB
Honoris Desak Kemenkes Waspadai Wabah Pasca-Banjir Sumut

Di tengah genangan air yang masih menyisakan lumpur, ancaman baru mulai muncul di wilayah Sumatera Utara yang dilanda banjir. Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, menyoroti lonjakan kasus penyakit di kalangan pengungsi. Ia mendesak Kementerian Kesehatan untuk tidak lengah dan terus memantau situasi dengan ketat.

“Yang sudah ditemukan penyakit seperti, yang banyak ya, diare, ISPA, leptospirosis,” ujar Charles saat ditemui di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (5/12/2025).

Menurutnya, respons cepat sangat dibutuhkan sekarang. Pemantauan menyeluruh harus segera dilakukan agar bantuan kesehatan tepat sasaran.

“Karena itu kami meminta Kemenkes untuk memonitor terus dan mencari apa yang dibutuhkan, sehingga pelayanan kesehatan tepat sasaran dan juga tetap bisa diberikan kepada yang membutuhkan,” tegasnya.

“Termasuk juga inventori obat-obatan yang memang dibutuhkan di lapangan. Karena kami juga ingin menjaga agar masyarakat yang saat ini misalnya menjalani pelayanan kesehatan, menjalani pengobatan secara rutin, jangan sampai karena adanya bencana mereka akhirnya tidak mendapatkan pelayanan sehingga kondisinya bisa memburuk,” sambung Charles.

Persoalannya makin rumit. Laporan terakhir yang diterima Charles menunjukkan fasilitas kesehatan yang bisa beroperasi justru semakin menyusut. Akibat kerusakan dan kendala operasional, sedikitnya lebih dari 15 rumah sakit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini tak berfungsi.

“Jumlah fasyankes yang tidak beroperasi sepertinya semakin bertambah. Jumlah rumah sakit, kalau saya tidak salah ingat, sudah lebih dari 15 rumah sakit yang tidak beroperasi di tiga provinsi yang terdampak banjir,” paparnya.

Dan itu belum segalanya. Korban yang mengungsi pun, katanya, jumlahnya terus membengkak dari hari ke hari. Situasinya benar-benar memprihatinkan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar