Di tengah hiruk-pikuk perpolitikan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia justru menyoroti hal yang lebih mendasar: piring makan anak-anak di pelosok. Dalam peringatan HUT ke-61 partainya di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025), ia mendesak agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digulirkan. Dorongan ini bukan tanpa alasan. Bahlil punya pengalaman pahit yang membuatnya sangat memahami arti sepiring nasi.
"Banyak yang mengatakan makanan bergizi tidak penting," ujarnya.
"Tapi bagi orang susah seperti saya yang pernah busung lapar, ini program sangat mulia dan harus dilanjutkan untuk seluruh pelosok tanah air."
Baginya, ini soal nyawa dan masa depan. Pernyataan itu ia sampaikan dengan nada yang tegas, mengingat pengalaman masa lalunya sendiri.
Menurut Bahlil, pemerintahan Prabowo Subianto yang kini telah berjalan setahun punya sejumlah capaian. Dari sekian banyak agenda, program makan gratis ini ia nilai sebagai salah satu yang paling konkret dan langsung menyentuh rakyat. "Tidak terasa sudah setahun Bapak Presiden memimpin negara ini," tuturnya. Ia melihat banyak program yang sudah jalan, dan MBG termasuk di dalamnya sebagai wujud kebijakan yang pro-rakyat.
Namun begitu, pekerjaan rumah masih menumpuk. Bahlil menyebut masih ada sederet program kesejahteraan lain yang perlu didukung penuh. Ia mencontohkan Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga reforma agraria dan internet gratis. Untuk memastikan semua itu berjalan mulus, Golkar menekankan pentingnya stabilitas di dalam pemerintahan. Tanpa itu, semua rencana bagus hanya akan jadi wacana.
Pesan politisi senior ini jelas: di balik segala dinamika politik, jangan sampai program yang menyambung nyawa, terutama bagi anak-anak di daerah terpencil, justru terabaikan.
Artikel Terkait
Dua Peserta Program Koperasi Desa Merah Putih Tewas Saat Latihan Militer, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Investigasi
Rieke Diah Pitaloka Sorot Kecepatan Tak Wajar Proses Kasasi Nikita Mirzani
Jaksa Agung Ungkap Trik Benny Tjokro Sembunyikan Aset: Bebani Utang Tinggi Agar Sulit Disita Negara
80 Bangkai Kapal Bertahun-tahun Terlantar di Muara Karangantu, Gubernur Banten Akan Normalisasi