Jumat pagi di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, suasana terasa berbeda. Di kantor DPP KSPSI, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampak melepas langsung kepergian sekelompok relawan. Mereka adalah Brigade Tanggap Bencana atau Brigana dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Tujuannya jelas: membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Sebanyak 45 anggota akan dikirim, menyebar ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Acara pelepasan ini dihadiri juga oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, sejumlah pengurus, serta perwakilan dari Desk Ketenagakerjaan Polri.
Dalam sambutannya, Jenderal Sigit tak henti-hentinya mengapresiasi langkah KSPSI ini. Dia menyebutnya sebagai kegiatan mulia dan luar biasa. Namun begitu, dia punya pesan penting bagi para relawan yang akan berangkat.
"Bagi saya, ini adalah kegiatan yang mulia, yang luar biasa, yang dilaksanakan oleh Brigana KSPSI," ucap Sigit.
"Bergabunglah dengan TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan relawan yang ada," imbaunya lagi.
Mantan Kabareskrim itu menekankan soal sinergi. Dia meminta agar Brigana bisa bekerja sama dengan elemen lain yang sudah lebih dulu turun ke lapangan. Anggota Brigana sendiri bukanlah orang baru. Mereka sudah punya kemampuan Search and Rescue (SAR) yang tersertifikasi. Pengalaman itu diharapkan bisa meringankan beban korban.
"Bantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana. Bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa," pesannya.
"Tunjukkan bahwa kita semua kompak, solid, bersatu. Mudah-mudahan dalam pelaksanaan tugas, semuanya diberikan perlindungan oleh Tuhan," lanjut Sigit.
Ke depan, Kapolri mendorong KSPSI untuk terus mengembangkan pelatihan bagi anggotanya. Menurutnya, setiap keterampilan yang berguna akan sangat bermanfaat. Bahkan, dia membuka peluang bagi anggota KSPSI lain yang merasa terpanggil untuk bergabung dengan Brigana.
Di sisi lain, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea membeberkan rincian keberangkatan. Menurutnya, 45 anggota itu akan berangkat dalam tiga gelombang. Gelombang pertama, sebanyak 15 orang, dilepas hari ini juga.
"Total jumlah 45 anggota yang akan berangkat dalam 3 gelombang," jelas Andi Gani.
Dia juga memastikan bahwa tim ini bukanlah tim baru. Mereka punya track record yang bisa diandalkan. Sebut saja penanganan gempa di Aceh, Lombok, Sulawesi, dan berbagai bencana lain di Tanah Air. Pengalaman itulah yang menjadi modal utama mereka untuk turun langsung ke medan bencana kali ini.
Artikel Terkait
PBNU Pastikan Persiapan Muktamar Agustus 2026 Berjalan Sesuai Rencana
SMAN 2 Kerinci Juara LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Jambi, Siap Berlaga di Nasional
BMKG Catat Suhu Maksimum di Sejumlah Wilayah Indonesia, Jakarta Tembus 34,8 Derajat Celsius
Kemenhaj Siapkan Lima Pos Siaga di Masjid Nabawi Antisipasi Jamaah Haji Tersesat