Langkah ketiga tak kalah krusial: pengiriman bantuan logistik. Obat-obatan, alat medis, dan bahan habis pakai dikirim untuk mengantisipasi lonjakan keluhan kesehatan di lokasi bencana. Kecepatan pengiriman jadi kunci.
"Supaya bisa terkendali, bantuan logistik medis ini harus cepat," tambahnya.
Strategi terakhir menyangkut sumber daya manusia. Tenaga kesehatan tambahan dari pusat dimobilisasi ke daerah-daerah yang kekurangan. Tujuannya sederhana, agar pelayanan di lapangan bisa lebih optimal dan merata.
Di sisi lain, Dante mengaku waspada dengan ancaman penyakit pascabanjir. Beberapa laporan sudah mulai masuk.
"Ini sudah mulai ada yang gatal-gatal, demam, sampai tifus. Ini kita tangani dengan koordinasi setiap hari lewat vidcon," ujarnya.
Koordinasi harian dengan kepala dinas kesehatan di wilayah terdampak diperkuat. Surveilans ditingkatkan untuk mengantisipasi wabah. Hingga saat ini, pantauan Kemenkes mencakup 75 kabupaten/kota di tiga provinsi, dengan 50 wilayah di antaranya dikonfirmasi terdampak banjir. Situasinya dinamis, dan upaya penanganan terus berjalan.
Artikel Terkait
Korlantas dan Senkom Mitra Polri Perkuat Kolaborasi, Fokus pada Transformasi Layanan Lalu Lintas
Hukuman 23 Tahun untuk Mantan PM Han Duck Soo atas Peran dalam Darurat Militer Kontroversial
Kemenhaj Terapkan Diklat Semi Militer untuk Persiapan Petugas Haji 2026
Bobol Plafon, 15 Ponsel Raib dari Toko Gadai Jagakarsa