Di sisi lain, tekanan di lapangan juga makin nyata. Selama periode pemerintahan Joe Biden, pasukan AS di Irak, Suriah, dan sekitarnya menghadapi ratusan serangan. Pelakunya adalah milisi dan kelompok-kelompok yang didukung Iran.
Serangan-serangan itu tak main-main. Setidaknya satu di antaranya berhasil menewaskan prajurit AS. Kejadian-kejadian seperti inilah yang akhirnya memaksa Pentagon untuk bergerak cepat. Mereka butuh solusi drone yang lebih lincah, baik untuk bertahan maupun menyerang.
Jadi, pembentukan Task Force Scorpion Strike ini bisa dilihat sebagai jawaban langsung. Sebuah respons terhadap ancaman yang makin masif dan kebutuhan untuk bertindak lebih adaptif di medan tempur yang terus berubah.
Artikel Terkait
Kremlin Bungkam Soal Kabar Pemimpin Iran Dirawat di Moskow
Polisi London Selidiki Seruan Kematian untuk IDF yang Dipimpin Rapper di Aksi Al-Quds Day
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 886 Jiwa, Termasuk 111 Anak-anak
Pemudik Perlu Tahu, Ini Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C di Tol