Kontainer Bantuan dari Tetangga
Di sisi lain, ada persoalan lain yang mengemuka: tempat penyimpanan. Rupanya, banyaknya jenazah yang belum teridentifikasi membuat fasilitas pendingin di RS Bhayangkara Sumbar kewalahan. Kapasitas terbatas, sementara korban terus ditemukan.
Untungnya, bantuan datang. Polda Riau mengulurkan tangan dengan mengirimkan kontainer pendingin jenazah untuk membantu proses identifikasi di Agam.
"Beberapa waktu lalu memang ada kekurangan dari segi tempat penyimpanan jenazah, tetapi kami sudah berkoordinasi dengan BNPB terkait hal ini," jelas Gatot. "Dan Polda Sumbar memberikan bantuan kontainer pendinginan itu. Jadi sekarang sudah bisa dilakukan sambil menunggu hasil uji DNA."
Kepala Biro Operasi Polda Riau, Kombes Ino Hariyanto, menegaskan pentingnya bantuan ini. Bencana hidrometeorologi di Agam meninggalkan banyak korban yang belum dikenali, dan keluarga mereka mungkin belum bisa menjemput.
"Kontainer pendingin ini penting, karena banyak jenazah yang ditemukan namun belum teridentifikasi dan belum ada pihak keluarga yang datang," kata Ino di Pekanbaru, Rabu lalu.
Dengan bantuan logistik ini, proses yang menyakitkan namun penting itu diharapkan bisa berjalan lebih layak. Sementara keluarga menunggu kepastian, para petugas terus bekerja di tengah lumpur dan reruntuhan.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Motif Sakit Hati di Balik Pembunuhan Perempuan Muda dalam Boks di Medan
Gus Yasin Lepas Kereta Mudik Gratis dari Gambir ke Semarang
Chelsea Hadapi Misi Nyaris Mustahil Balikkan Keunggulan PSG di Liga Champions
Gubernur Jabar Beri Kompensasi kepada 5.000 Pengemudi untuk Kurangi Kepadatan Arus Mudik