Korban Banjir Bandang Agam Capai 200 Jiwa, 26 Jenazah Masih Menunggu Identitas

- Kamis, 04 Desember 2025 | 17:40 WIB
Korban Banjir Bandang Agam Capai 200 Jiwa, 26 Jenazah Masih Menunggu Identitas

Korban jiwa akibat bencana galodo atau banjir bandang di Agam, Sumatera Barat, terus bertambah. Data terbaru dari Polda setempat mencatat, korban tewas sudah mencapai 200 orang. Dari jumlah itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 174 jenazah. Namun, jalan masih panjang. Masih ada 26 jenazah lagi yang proses identitasnya belum tuntas.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Gatot Tri Setyadi. Saat mendampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka di Kecamatan Palembayan, Kamis lalu, Gatot menjelaskan situasi yang dihadapi.

"Saat ini yang masih dalam proses identifikasi itu ada 26 orang," ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor. Tim DVI siap menindaklanjuti.

"Kami minta tolong kepada masyarakat yang anggota keluarganya yang hilang melalui 110 atau ke Posko Bhayangkara maupun yang ada di sini (Agam)," imbuh Gatot.

Proses identifikasi, termasuk tes DNA dengan sampel dari keluarga, mutlak dilakukan sebelum jenazah diserahkan untuk dimakamkan. Soal berapa lama lagi pencarian akan berlangsung, Kapolda enggan menjawab pasti. Yang jelas, operasi masih terus digenjot.

"Nanti akan kita evaluasi lebih lanjut. Hari ini contohnya kita dibantu 4 unit ekskavator karena ada beberapa tempat yang tidak bisa dilakukan dengan manusia," katanya.

Kontainer Bantuan dari Tetangga

Di sisi lain, ada persoalan lain yang mengemuka: tempat penyimpanan. Rupanya, banyaknya jenazah yang belum teridentifikasi membuat fasilitas pendingin di RS Bhayangkara Sumbar kewalahan. Kapasitas terbatas, sementara korban terus ditemukan.

Untungnya, bantuan datang. Polda Riau mengulurkan tangan dengan mengirimkan kontainer pendingin jenazah untuk membantu proses identifikasi di Agam.

"Beberapa waktu lalu memang ada kekurangan dari segi tempat penyimpanan jenazah, tetapi kami sudah berkoordinasi dengan BNPB terkait hal ini," jelas Gatot. "Dan Polda Sumbar memberikan bantuan kontainer pendinginan itu. Jadi sekarang sudah bisa dilakukan sambil menunggu hasil uji DNA."

Kepala Biro Operasi Polda Riau, Kombes Ino Hariyanto, menegaskan pentingnya bantuan ini. Bencana hidrometeorologi di Agam meninggalkan banyak korban yang belum dikenali, dan keluarga mereka mungkin belum bisa menjemput.

"Kontainer pendingin ini penting, karena banyak jenazah yang ditemukan namun belum teridentifikasi dan belum ada pihak keluarga yang datang," kata Ino di Pekanbaru, Rabu lalu.

Dengan bantuan logistik ini, proses yang menyakitkan namun penting itu diharapkan bisa berjalan lebih layak. Sementara keluarga menunggu kepastian, para petugas terus bekerja di tengah lumpur dan reruntuhan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler