Akses Empat Nagari di Agam Kembali Dibuka, Bantuan Mulai Dikirim

- Kamis, 04 Desember 2025 | 14:40 WIB
Akses Empat Nagari di Agam Kembali Dibuka, Bantuan Mulai Dikirim

Longsor yang menutup jalan utama sempat mengisolasi empat nagari di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kabar baiknya, akses menuju keempat desa itu kini sudah mulai bisa dibuka. Pemerintah provinsi memastikan bantuan segera dikirimkan ke lokasi.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansarullah, menyampaikan hal itu usai mendampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi bencana pada Kamis lalu.

"Pada prinsipnya, empat nagari itu sudah bisa dijangkau. Bantuan mulai masuk," ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, posko bantuan sudah diperintahkan untuk segera mendistribusikan makanan ke wilayah terdampak.

Menurut gubernur, pemulihan kondisi di lapangan sudah digerakkan secara bersama. Pemerintah daerah dan pusat, dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, hingga relawan, bergerak cepat. Mereka juga telah memetakan kerusakan jalan dan jembatan akibat galodo atau banjir bandang yang menerjang kawasan itu.

Di sisi lain, harapan warga disampaikan langsung oleh Wali Nagari Tigo Koto Silungkang, Deni Cendra, saat bertemu Wapres Gibran.

Deni menekankan pentingnya segera membuka akses Jalan Palembayan-Bukittinggi. Jalan provinsi itu merupakan penghubung vital antara Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.

"Tentunya pembukaan jalan kita prioritaskan," tegasnya.

Soal status bencana, Mahyeldi memilih menyerahkan keputusannya kepada pemerintah pusat. Baginya, yang lebih krusial saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama bagi mereka yang sempat terisolasi.

"Itu urusan pusat. Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat terpenuhi. Anggaran untuk rehabilitasi juga harus dipastikan tersedia," imbuhnya.

Pembicaraan kemudian merembet ke soal anggaran daerah. Mahyeldi menyebut ada efisiensi anggaran untuk Sumbar di tahun 2026 yang nilainya mencapai Rp 2,6 triliun dan dana itu ditolak seluruhnya.

"Karena memang tahun 2026 ini kan ada efisiensi. Di Sumatera Barat, Rp 2,6 triliun ditolak semuanya," lanjut Mahyeldi.

Ia mengaku tak tinggal diam. Surat telah dikirimkannya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Saya sudah menyurati Pak Presiden, kemudian Pak Menteri Keuangan. Agar dana itu bisa dikembalikan lagi ke Sumatera Barat untuk digunakan. Rp 2,6 triliun yang diefisiensi itu," katanya.

Meski begitu, Mahyeldi tak menampik bantuan yang telah diberikan pemerintah pusat selama ini. Ia melihat langkah konkret dalam pemulihan pascabencana.

"Sekarang sudah dibantu sesungguhnya. Berbagai kementerian turun ke sini, Pak Presiden dan Wapres sudah datang. Bantuan-bantuan juga mengalir, semuanya sudah ada anggaran APBN-nya," paparnya menutup pembicaraan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler