Menurut sejumlah saksi, prosesi ini berlanjut hingga petang. Mayatnya kemudian diikatkan pada sebuah motor dan ditarik keliling kampung. Iring-iringan kendaraan mengikuti dari belakang, seolah menjadi arak-arakan yang muram. Adegan itu terekam kamera dan menyebar cepat di media sosial.
Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Muhammad Alfian, membenarkan kejadian ini. "Di Tompobulu, kami baru mau merapat ke TKP," katanya saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan, insiden berdarah ini berawal dari laporan pemerkosaan. "Berawal dari kasus pemerkosaan," ujar Alfian singkat. Meski begitu, polisi sudah bergerak. Mereka berjaga di lokasi untuk mencegah kericuhan lebih lanjut pasca-aksi warga yang emosional itu.
Artikel Terkait
Tim SAR Bersiap Hadang Cuaca untuk Evakuasi Korban dan Serpihan Pesawat di Gunung Bulusaraung
Proyek Lomba Santri Picu Kebakaran Gudang Rp 200 Juta di Pesantren Bogor
Tim SAR Bertahan di Puncak Bulusaraung, Evakuasi Korban Pesawat Terhambat Cuaca Ekstrem
Polisi Gerebek Barak Narkoba di Pinggir Rel, Pelaku Lempar Batu dan Tembak dengan Senapan Angin