Menurut sejumlah saksi, prosesi ini berlanjut hingga petang. Mayatnya kemudian diikatkan pada sebuah motor dan ditarik keliling kampung. Iring-iringan kendaraan mengikuti dari belakang, seolah menjadi arak-arakan yang muram. Adegan itu terekam kamera dan menyebar cepat di media sosial.
Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Muhammad Alfian, membenarkan kejadian ini. "Di Tompobulu, kami baru mau merapat ke TKP," katanya saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan, insiden berdarah ini berawal dari laporan pemerkosaan. "Berawal dari kasus pemerkosaan," ujar Alfian singkat. Meski begitu, polisi sudah bergerak. Mereka berjaga di lokasi untuk mencegah kericuhan lebih lanjut pasca-aksi warga yang emosional itu.
Artikel Terkait
Pelatih Arema Kritik Kinerja Wasit Usai Kalah dari Bhayangkara
Israel Ungkap Puluhan Pelanggaran Iran pada Kamera Keamanan untuk Spionase
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik, Tembus Rp3,1 Juta per Gram
Iran Ancam Serang Kapal AS dan Sekutu di Selat Hormuz dengan Rudal dan Drone