Dalam momen itu, Pramono tak lupa menyampaikan penghargaannya pada Marullah. Ia bicara soal dedikasi dan juga hubungan personal yang telah lama terjalin di antara mereka.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih atas loyalitas dan sumbangsih Pak Marullah untuk kemajuan Jakarta. Hubungan kami panjang, bukan hanya sebagai Sekda,” ucapnya.
Lantas, mengapa Uus yang dipilih? Pramono punya alasan sendiri. Ia butuh seorang administrator yang tangguh, dan rekam jejak Uus dinilai memenuhi kriteria itu. Gubernur dengan tegas menyatakan tak ada permainan atau lobi-lobi dalam keputusannya.
“Saya membutuhkan administrator yang ulung. Tidak ada lobi yang memengaruhi keputusan ini,” tegas Pramono. “Saya percaya Pak Uus bisa bekerja sama dengan saya dan Wagub.”
Jadi, untuk sementara, roda pemerintahan Jakarta Barat akan dijalankan oleh Yuli Hartono. Sementara itu, semua pihak tampaknya harus bersabar menunggu keputusan final siapa pemimpin baru yang akan ditetapkan.
Artikel Terkait
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pejaten, Diduga Ditinggalkan Zidan
Geely Uji SUV Off-Road Baru, Bakal Tandingi Land Rover Defender pada 2026
AS dan Israel Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei; Krisis Global Membayang
Menteri AS Klaim Kapal Selamnya Tenggelamkan Kapal Perang Iran, Sri Lanka Bantah