Menurut sejumlah saksi, ketiga jenazah ini ditemukan di lokasi dan waktu yang berbeda. Yang pertama terlihat sekitar pukul setengah delapan pagi, Senin lalu, di daerah Desa Sigrun. Seorang warga yang sedang memancinglah yang melihatnya mengambang di sungai.
Begitu dapat kabar, tim langsung bergerak. Namun begitu, jenazah kedua baru ditemukan keesokan harinya, Selasa sekitar pukul 11 siang, di Pulo Kambing, Desa Pasir Belo. Kali ini, seorang petani sawit yang melihatnya dari kebun.
Akses darat ke lokasi benar-benar terputus. Mereka terpaksa mendatangkan perahu robin dari Desa Sigrun untuk menjangkau dan mengangkat mayat itu. Sungai yang keruh dan deras menambah beratnya pekerjaan tim di lapangan.
Dengan segala keterbatasan, upaya evakuasi akhirnya bisa diselesaikan. Sebuah cerita tentang keprihatinan sekaligus ketangguhan di tengah bencana.
Artikel Terkait
ELT Rusak, Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Maros Andalkan Cara Manual
Macron Geram, Ancaman Tarif Trump untuk Greenland Picu Ancang-ancang Eropa
Trump Guncang Sekutu NATO dengan Ancaman Tarif 25% demi Greenland
Motor Tercebur di Kali Cileungsi, Pengendara Selamat Berkat Lompatan Cepat