"Sementara untuk daerah yang masih sulit dijangkau, kita gunakan helikopter," jelas Muhari.
Metode air drop sudah diperintahkan untuk menjatuhkan bantuan di titik-titik seperti lapangan dekat Babo dan Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka. Isinya beragam: makanan siap saji, paket sembako, selimut, matras, sampai perlengkapan kebersihan. Jumlahnya mungkin belum mencukupi semua, tapi ini tahap awal yang krusial.
Membukanya akses Medan-Aceh Tamiang ini bukan cuma sekadar soal jalan. Dampaknya lebih luas. Muhari berharap, ini akan mempermudah segalanya mulai dari pengiriman logistik yang lebih masif, perbaikan jaringan listrik dan telekomunikasi yang terputus, hingga pembersihan lingkungan dari sisa-sisa material bencana.
"Akses yang lancar akan membantu semua pihak, baik masyarakat maupun relawan, untuk bekerja lebih maksimal," pungkasnya. Harapannya, pemulihan bisa segera dimulai.
Artikel Terkait
Korlantas Pantau Arus Mudik Lancar di Cikampek via Drone, Puncak Diprediksi Pekan Depan
Chelsea Tumbang di Kandang, Harapan Liga Champions Terancam
Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik Saat Latihan Militer AS-Korsel Berlangsung
Inter Milan Tersendat, Hanya Raih Satu Poin Lawan Atalanta