"Sementara untuk daerah yang masih sulit dijangkau, kita gunakan helikopter," jelas Muhari.
Metode air drop sudah diperintahkan untuk menjatuhkan bantuan di titik-titik seperti lapangan dekat Babo dan Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka. Isinya beragam: makanan siap saji, paket sembako, selimut, matras, sampai perlengkapan kebersihan. Jumlahnya mungkin belum mencukupi semua, tapi ini tahap awal yang krusial.
Membukanya akses Medan-Aceh Tamiang ini bukan cuma sekadar soal jalan. Dampaknya lebih luas. Muhari berharap, ini akan mempermudah segalanya mulai dari pengiriman logistik yang lebih masif, perbaikan jaringan listrik dan telekomunikasi yang terputus, hingga pembersihan lingkungan dari sisa-sisa material bencana.
"Akses yang lancar akan membantu semua pihak, baik masyarakat maupun relawan, untuk bekerja lebih maksimal," pungkasnya. Harapannya, pemulihan bisa segera dimulai.
Artikel Terkait
Jokowi Pilih Jalan Damai, Kasus Fitnah Ijazah Ditutup dengan Restoratif Justice
Silaturahmi di Solo, SP3 Terbit untuk Eggi dan Damai
Sulawesi Tengah Diguncang Tiga Gempa Berturut-turut dalam Satu Jam
Viral Pak Ogah Kunci Exit Tol, Ternyata Kebijakan Resmi Dishub