Gelondongan kayu yang membanjiri permukiman usai banjir bandang di Sumatera menyulut perdebatan hangat. Ketua MPR Ahmad Muzani ikut angkat bicara. Menurutnya, kayu-kayu yang hanyut itu jelas-jelas bekas tebangan, bukan pohon tumbang karena badai.
Pernyataan ini dia sampaikan selepas bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, Selasa lalu. Muzani mengaku telah melihat sejumlah bukti visual.
"Dari foto dan video yang beredar, baik dari Aceh maupun Sumut, kayu-kayu itu tampak seperti hasil tebangan yang sudah lama," ujarnya.
"Bukan kayu baru ditebang, apalagi roboh karena angin kencang."
Muzani kemudian menekankan perlunya atensi serius dari pemerintah. Dia khawatir, praktik pembalakan liar yang diduga terjadi bisa memicu bencana berulang di masa depan.
"Kalau benar demikian, artinya ada illegal logging yang tak terkendali. Itu bisa memperparah dampak bencana, bahkan jadi pemicu," tegasnya.
Dia melanjutkan dengan nada waspada, "Para pemangku kebijakan lingkungan harus benar-benar serius menangani ini. Jangan sampai kita lalai dan anak cucu kita yang menanggung akibatnya. Cukup jadi pelajaran terakhir."
Soal penyebab banjir bandang itu sendiri, Muzani menyebut Presiden Prabowo sudah mendapat gambaran lengkap. Namun, dia tak mau merinci lebih jauh.
"Sudah dapat masukan yang komprehensif," tutup Muzani singkat.
Artikel Terkait
Pria Cekik Pacar Gelap hingga Tewas Gegara Ditagih Janji Belikan Cincin dan Tas, Jasad Dibuang di Semak-Semak
Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Tiga Tewas Akibat Bangunan Runtuh di Caracas
Gempa Kembar Magnitudo 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 32 Tewas dan Ratusan Luka-luka
Menkes: Ada Dokter Berpenghasilan Miliaran per Bulan, Ada yang Cuma Ratusan Ribu