Gelombang Solidaritas Cilegon: Bantuan Darurat Berangkat ke Sumatera via Darat dan Laut

- Selasa, 02 Desember 2025 | 12:05 WIB
Gelombang Solidaritas Cilegon: Bantuan Darurat Berangkat ke Sumatera via Darat dan Laut

Enam truk dan satu bus sudah bergerak meninggalkan Cilegon, mengangkut bantuan untuk saudara-saudara kita di Sumatera yang terdampak bencana. Pemerintah Kota Cilegon yang mengkoordinir pengiriman ini menyatakan bahwa bantuan akan ditempuh via jalur darat.

Barang-barang yang dikumpulkan itu datang dari mana-mana. Hasil sumbangan berbagai instansi, ditambah dengan partisipasi warga. Yang menarik, gelombang solidaritas ternyata meluas.

"Bahkan ada warga dari luar Cilegon yang ikut berdonasi setelah mendapatkan informasi dari media sosial,"

kata Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, pada Selasa (2/12/2025).

Menurutnya, bantuan yang sudah terangkut itu cukup beragam. Ada beras hampir dua ton, mi instan ratusan dus, air mineral, sampai perlengkapan bayi dan kasur. Tak lupa, barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti perlengkapan mandi dan makanan siap santap.

Tapi rupanya, itu belum semuanya. "Masih ada bantuan tambahan yang belum terangkut," aku Suhendi.

"Insyaallah akan kami susulkan atau dititipkan melalui PMI yang juga membuka kanal donasi. Kami juga mengirimkan personel untuk membantu proses bongkar muat di Jakarta."

Di sisi lain, upaya pengiriman juga mendapat dukungan penuh dari TNI AL. Letkol Laut (P) Sopan Mukti, Perwira Pelaksana Lanal Banten, menjelaskan bahwa pihaknya telah diperintahkan untuk mengerahkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

Perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut itu turun sejak Jumat sore. Dan responnya cepat. "Pada tanggal 30 kemarin, TNI AL sudah mengerahkan empat KRI, yaitu KRI Dokter Suharso, KRI Semarang, KRI Teluk Gilimanuk, dan KRI Sutedi Senoputra dari Belawan," jelasnya.

Semua kapal itu, kata dia, berangkat dengan muatan penuh hasil bantuan masyarakat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar