Enam truk dan satu bus sudah bergerak meninggalkan Cilegon, mengangkut bantuan untuk saudara-saudara kita di Sumatera yang terdampak bencana. Pemerintah Kota Cilegon yang mengkoordinir pengiriman ini menyatakan bahwa bantuan akan ditempuh via jalur darat.
Barang-barang yang dikumpulkan itu datang dari mana-mana. Hasil sumbangan berbagai instansi, ditambah dengan partisipasi warga. Yang menarik, gelombang solidaritas ternyata meluas.
"Bahkan ada warga dari luar Cilegon yang ikut berdonasi setelah mendapatkan informasi dari media sosial,"
kata Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, pada Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, bantuan yang sudah terangkut itu cukup beragam. Ada beras hampir dua ton, mi instan ratusan dus, air mineral, sampai perlengkapan bayi dan kasur. Tak lupa, barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti perlengkapan mandi dan makanan siap santap.
Tapi rupanya, itu belum semuanya. "Masih ada bantuan tambahan yang belum terangkut," aku Suhendi.
"Insyaallah akan kami susulkan atau dititipkan melalui PMI yang juga membuka kanal donasi. Kami juga mengirimkan personel untuk membantu proses bongkar muat di Jakarta."
Di sisi lain, upaya pengiriman juga mendapat dukungan penuh dari TNI AL. Letkol Laut (P) Sopan Mukti, Perwira Pelaksana Lanal Banten, menjelaskan bahwa pihaknya telah diperintahkan untuk mengerahkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).
Perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut itu turun sejak Jumat sore. Dan responnya cepat. "Pada tanggal 30 kemarin, TNI AL sudah mengerahkan empat KRI, yaitu KRI Dokter Suharso, KRI Semarang, KRI Teluk Gilimanuk, dan KRI Sutedi Senoputra dari Belawan," jelasnya.
Semua kapal itu, kata dia, berangkat dengan muatan penuh hasil bantuan masyarakat.
Artikel Terkait
ASWGI Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus sebagai Masalah Struktural
Hari Karyuliarto Bela Diri di Sidang LNG, Minta Bebas Murni
DPR Desak Investigasi Independen Usai 12 Warga Sipil Tewas dalam Operasi TNI di Papua
Konser Slank di Malang Dihantui Aksi Pencopetan, 14 Ponsel Raib