1.700 Ton Beras Dikirim ke Aceh, Bantuan Udara Dijajaki untuk Daerah Terisolasi

- Selasa, 02 Desember 2025 | 10:35 WIB
1.700 Ton Beras Dikirim ke Aceh, Bantuan Udara Dijajaki untuk Daerah Terisolasi

Pemerintah kembali menambah stok bantuan pangan untuk korban bencana di Aceh. Kali ini, tambahannya cukup besar: 1.700 ton beras. Rencananya, bahan pokok itu akan segera didistribusikan ke sejumlah wilayah yang terdampak.

Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, M Nasir. Dia berbicara di Banda Aceh, Selasa lalu.

"Untuk beras, kita juga sudah mendapatkan persetujuan penambahan cadangan beras pemerintah sebanyak 1.700 ton," ujarnya.

Menurut Nasir, pengiriman sebagian beras sudah mulai bergulir. Aceh Utara mendapat 11 ton, Lhokseumawe 10 ton. Lalu, Bireuen menerima alokasi yang lebih besar, 85 ton. Sementara untuk Aceh Singkil dan Simeulue, masing-masing dikirim 50 ton dan 10 ton. Dinas Pangan setempat dikabarkan terus berkoordinasi dengan Bulog agar proses pengiriman ke titik-titik lain bisa lebih cepat lagi.

Namun begitu, tantangan nyata masih menghadang. Untuk dua wilayah, yaitu Aceh Tengah dan Gayo Lues, penyaluran bantuan ternyata tidak semudah itu. Akses darat ke sana masih sangat sulit, bahkan terputus.

Kendala itu memaksa pemerintah mencari cara lain. Saat ini, sedang dirancang upaya pengiriman lewat udara. "Kita sedang berupaya berkoordinasi dengan pihak yang memiliki transportasi udara seperti Hercules untuk dapat menerbangkan 500 ton ini," jelas Nasir.

Dia menambahkan, pihaknya masih menunggu kepastian teknis. "Kita masih menunggu kepastian berapa kali penerbangan yang diperlukan," katanya.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang meninggalkan duka yang dalam. Korban jiwa dari ketiga provinsi tersebut dilaporkan telah mencapai 631 orang. Sementara itu, sekitar satu juta warga terpaksa mengungsi, kehilangan tempat tinggal mereka.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar