"Insyallah beliau hadir," tegasnya.
Ada yang berbeda dari reuni tahun ini: waktu pelaksanaannya. Untuk pertama kalinya, acara besar ini digelar di sore hari, mulai pukul 17.00 WIB. Aziz bilang, tidak ada alasan khusus. Cuma, dengan harapan suasana jadi lebih adem dan khusyuk.
Rangkaian acaranya sendiri cukup padat. Begitu dimulai pukul lima sore, tiga jam pertama akan diisi dengan doa, zikir, muhasabah, dan istigasah. Ada juga salat gaib khusus untuk korban bencana alam di Sumatera dan Aceh.
Baru sekitar pukul 21.00, acara pembukaan dengan lagu 'Indonesia Raya' digelar. Selanjutnya, selama dua jam ke depan, panggung akan diisi sambutan dari berbagai tokoh ormas dan perwakilan pemerintah.
Semua itu akan ditutup tepat pada pukul 23.00 WIB. Sebuah malam yang panjang, penuh doa, dan tentu saja, pernyataan politik.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Usulkan Haul Tahunan untuk Ulama Betawi di Monas
Harga Emas Melonjak Tajam Imbas Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Gubernur Jateng Tinjau Gerakan Pangan Murah di Grobogan Jelang Lebaran 2026
Menko Pangan Tegaskan Impor Beras AS 1.000 Ton Hanya untuk Kebutuhan Khusus