Merespon tekanan itu, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul turun langsung. Ia mengunjungi wilayah terdampak, termasuk Hat Yai, pada akhir pekan. Di sana, ia tak bisa menyembunyikan fakta bahwa negara memang punya banyak kekurangan dalam penanganan banjir ini.
Ia berjanji akan ada perbaikan sistem.
Yang lebih penting, Anutin secara terbuka meminta maaf.
"Saya minta maaf karena pemerintah tidak mampu mengurus dan melindungi masyarakat dengan baik," ujarnya.
Permintaan maaf itu kini menggantung, berbaur dengan kesedihan ribuan keluarga dan tugas berat pemulihan yang masih panjang. Bencana mungkin akan surut, tetapi pertanyaan tentang kesiapan dan respons negara akan tetap mengalir, seperti air yang baru saja mereka alami.
Artikel Terkait
Menteri KKP Konfirmasi Tiga Stafnya Ada di Pesawat yang Diduga Jatuh di Maros
Menteri Trenggono Berduka, Tiga Staf KKP Jadi Penumpang Pesawat yang Hilang Kontak di Maros
Serpihan Diduga Pesawat ATR Ditemukan Pendaki di Lereng Bulusaraung
Polres Kampar Gerebek Tambang Galian C Ilegal di Tapung, Tiga Orang Diamankan