Gelondongan Kayu di Tengah Banjir, Anggota DPR Soroti Dugaan Penebangan Ilegal

- Senin, 01 Desember 2025 | 12:10 WIB
Gelondongan Kayu di Tengah Banjir, Anggota DPR Soroti Dugaan Penebangan Ilegal

Banjir bandang di Sumatera belum usai, tapi sudah muncul teka-teki baru. Yang bikin penasaran banyak orang adalah tumpukan kayu gelondongan yang ikut hanyut deras bersama arus. Bukan cuma sedikit, tapi dalam jumlah yang sangat banyak. Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, langsung menyoroti fenomena aneh ini. Menurutnya, mustahil kayu-kayu itu datang secara alamiah.

"Teka-teki gelondong kayu harus segera dijawab," tegas Daniel Johan kepada para wartawan, Senin (1/12).

"Puzzle ini sebenarnya mudah dipecahkan. Kayu yang hanyut bersamaan dengan banjir itu bukan peristiwa alam biasa. Pasti ada faktor manusia di baliknya."

Sebagai Ketua DPP PKB, Daniel menyangsikan kayu-kayu tersebut berasal dari pohon yang tumbang karena bencana. Coba lihat kondisinya, katanya, sudah tidak ada akar, kulitnya juga hilang. Itu ciri-ciri kayu yang sudah ditebang. Karena itu, dia mendesak agar segera dilakukan investigasi mendalam.

"Tidak mungkin mereka tumbang secara masif lalu hanyut dalam kondisi seperti itu," ungkapnya.

"Namun begitu, harus ada penyelidikan serius dari Kemenhut dan aparat. Libatkan juga masyarakat setempat untuk turun langsung memeriksa."

Di sisi lain, Daniel Johan mengungkapkan rencana Komisi IV untuk memanggil Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Panggilan ini terkait temuan kayu gelondongan sekaligus untuk menguak akar persoalan banjir bandang yang melanda Sumatera dan Aceh.

Ia menyinggung soal kerusakan hutan yang sudah kronis di wilayah tersebut. Menurutnya, ini jelas menjadi salah satu pemicu bencana, di samping faktor cuaca ekstrem.

"Kami akan meminta data-data izin pembukaan hutan selama sepuluh tahun terakhir," sambung Daniel.

"Juga peta perubahan kawasan dalam dua dekade. Dari situ, akan kelihatan betapa drastisnya perubahan lanskap hutan di Sumatera dan Aceh."

Memang, gelondongan kayu yang ikut terbawa banjir sudah menjadi perhatian publik. Video-videonya membanjiri media sosial dan viral dalam beberapa hari terakhir. Banyak warganet yang langsung menghubungkannya dengan praktik penebangan liar atau ilegal logging. Mereka curiga, aktivitas itulah yang memperparah dampak banjir dan longsor.

Banjir yang membawa kayu-kayu besar itu melanda beberapa wilayah, seperti Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Bukan cuma di Sumut, laporan dari Antara pada Sabtu (29/11) juga menyebutkan pantai Air Tawar di Padang, Sumatera Barat, dipenuhi kayu gelondongan yang berserakan. Pemandangan yang menyedihkan sekaligus memantik tanda tanya besar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar