Mendagri Soroti Kesiapan Hadapi Bencana Usai Siklon Senyar Landa Sumut

- Senin, 01 Desember 2025 | 11:35 WIB
Mendagri Soroti Kesiapan Hadapi Bencana Usai Siklon Senyar Landa Sumut

Bencana di Sumatera Utara ternyata datang begitu cepat dan dahsyat. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tak menampik, skala kerusakannya cukup luas, menjangkau wilayah Aceh hingga Sumatera Barat.

Dalam sebuah rapat koordinasi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025), Tito mengungkapkan kemungkinan adanya faktor ketidaksiapan dalam menghadapi situasi semacam ini.

"Kita belum tahu pasti, nanti perlu dengar paparan BMKG. Tapi yang jelas, kejadian di Sumut ini berlangsung sangat cepat. Bisa jadi kita kurang siap menghadapinya."

Menurutnya, bencana besar bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Itulah mengapa prediksi dan peringatan dini dari BMKG menjadi sangat krusial.

"Bencana bisa datang setiap saat, di lokasi mana pun. Makanya kita minta BMKG untuk memberikan prediksi dan peringatan dini sedini mungkin."

Faktanya, dalam dua hingga tiga pekan terakhir, Indonesia sudah dilanda dua bencana besar. Selain yang terjadi di Sumatera Utara, sebelumnya Jawa Tengah juga mengalami musibah banjir bandang dan longsor di Cilacap dan Banjarnegara.

Tito mengaku turun langsung ke lokasi bencana di Jawa Tengah bersama Menko PMK dan Kepala BNPB.

Di sisi lain, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani punya penjelasan tersendiri. Menurutnya, bencana di Sumut dipicu oleh perubahan iklim yang tak terduga, yang akhirnya memicu terbentuknya siklon di Selat Malaka.

"Tapi ternyata terjadi anomali. Anomali atmosfer, cuaca, seruakan dingin, dan lain-lain, sehingga terbentuk Siklon Senyar di Selat Malaka."
"Dan pada saat yang sama, suhu Selat Malaka agak hangat. Ini meningkatkan potensi hujan, awan hujan terbentuk banyak. Meski Siklon Senyar hanya kategori 1 paling rendah dampaknya ternyata sangat besar."

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar