Video yang beredar di media sosial beberapa hari lalu cukup membuat warga Jakarta mengernyit. Tampak jelas, air laut merembes melalui celah-celah retakan di dasar tanggul Pantai Mutiara, Jakarta Utara. Genangan air itu pun menggenangi area kolam renang di sisi lainnya. Kejadian ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta langsung bergerak. Alfan Widyastanto dari Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob mengonfirmasi bahwa survei lapangan telah dilaksanakan. "Kami sudah turun ke lokasi untuk memeriksa langsung kondisinya," ujarnya pada Senin (24/11).
Tak hanya berhenti di situ, pihaknya juga sedang melakukan pemetaan menyeluruh. Tujuannya jelas: mengidentifikasi titik-titik rawan lainnya di sepanjang pesisir utara Jakarta yang berpotensi mengalami kebocoran serupa. Semua titik yang terindikasi lemah akan segera ditangani.
Khusus untuk tanggul di Pantai Mutiara, rencana perbaikan sudah disusun. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah menaikkan elevasi atau ketinggian tanggul tersebut. Harapannya, dengan struktur yang lebih tinggi, daya tahannya terhadap air laut juga semakin baik.
Namun begitu, perbaikan kecil saja rupanya dinilai belum cukup. Untuk jangka panjang, Dinas SDA punya strategi yang lebih besar.
Menurut Ciko Tricanescoro, Kepala Bidang Pengendalian Rob, solusi permanennya adalah dengan melanjutkan pembangunan tanggul pengaman pantai NCICD. "Pembangunan tanggul NCICD di titik-titik kritis, termasuk Pantai Mutiara, akan kami lanjutkan tahun ini," jelasnya, Rabu (26/11).
Proyek ambisius ini rencananya akan dikerjakan dengan skema multi-tahun, dari 2025 hingga 2027. Saat ini, proses lelang masih berjalan. Targetnya, semua harus rampung sesuai jadwal yang ditetapkan.
Rencananya, tanggul baru ini akan membentang sepanjang 530 meter. Rinciannya, 430 meter di sisi timur kawasan dan 100 meter di sisi barat Pantai Mutiara. Sebuah upaya besar untuk mengamankan ibukota dari ancaman rob dan rembesan air laut yang kian mengkhawatirkan.
Artikel Terkait
Ratusan Warga Badui Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan dan Skrining TB Gratis
Pencarian Calon Pastor Hilang di Air Terjun Situmurun Dihentikan Setelah 7 Hari
Polresta Cirebon Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Rumah Kontrakan
Pimpinan DPR Gelar Makan Siang di Kantin Demokrasi, Bahas Persatuan di Tengah Geopolitik Global