Sore itu, kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta Pusat ramai oleh kedatangan tamu penting. Rombongan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disambut langsung oleh sang Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang akrab disapa AHY. Suasana terasa hangat, penuh senyum dan salam.
Dalam sambutannya, AHY tiba-tiba mengajak hadirin bernostalgia. "Bapak-Ibu sekalian masih ingat ini? Masih ingat Tim 8?" tanyanya, Selasa (25/11/2025).
Bagi yang belum tahu, Tim 8 bukanlah sembarang tim. Ini adalah bentukan dari pimpinan Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat sendiri di masa Pilpres 2024. Ketiganya pernah bersatu dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Namun begitu, koalisi itu tak bertahan lama. Partai Demokrat memilih keluar dan akhirnya bergabung dengan barisan pendukung Prabowo-Gibran.
Kembali ke AHY, dia menyebut Tim 8 itu sebagai sebuah kenangan. Tapi bukan sekadar kenangan kosong. Menurutnya, ada pelajaran berharga di balik setiap peristiwa.
"Ini adalah kenangan tapi juga sejarah, betul? Sejarah yang indah karena selalu ada hikmah dari itu semuanya," ucap AHY.
Dia melanjutkan dengan nada optimis, "Tentunya kita bersyukur kini kita bersatu kembali bersinergi berkolaborasi dalam pemerintahan. Saya rasa tidak ada cita-cita lain selain kita ingin terus berkontribusi untuk masyarakat bangsa dan negara yang kita cintai bersama ini."
Artikel Terkait
Iran dan AS Mulai Perundingan Perdamaian Timur Tengah di Islamabad
Polres Lebak Tetapkan Dua Perempuan Tersangka Penistaan Agama
Pria di Pati Robohkan Rumah Sendiri Usai Dengar Mantan Istri Dilamar Pria Lain
Indonesia Dorong Sistem Royalti Digital Global yang Lebih Adil di Forum ASEAN