Hari Guru kali ini terasa istimewa bagi Gubernur Banten, Andra Soni. Bukannya merayakannya di kantor, ia justru memilih untuk kembali ke masa lalu, menyambangi SD Gandaria Utara 03 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat dulu ia menimba ilmu.
Sesampainya di sana, suasana langsung ramai. Kepala sekolah, para guru, dan siswa-siswi dengan riang menyambut kedatangannya. Yang bikin momen ini makin hangat, beberapa teman SD-nya ternyata turut hadir. Mereka pun berpelukan, mengobrol singkat, seperti mengulang kenangan puluhan tahun silam.
Andra bercerita, ia pertama kali masuk ke sekolah ini di tahun 1988. Kala itu, ia adalah murid pindahan dari Malaysia yang baru bergabung saat duduk di kelas 5. Latar belakangnya cukup unik; orang tuanya dulu bekerja sebagai pekerja migran di sana.
"Saya datang nostalgia, sebenarnya saya agak teteskan air mata," ujarnya dengan suara bergetar.
Ia lalu melanjutkan, mencoba menggambarkan betapa berharganya momen ini baginya.
"Saya ngebayangin tahun '88 masuk sekolah di sini. Saya tidak punya rapor kelas 1 sampai 5 karena saya di Malaysia bukan resmi."
Di sisi lain, Andra mengaku kerap merenungi perjalanan hidupnya. Bagaimana seorang anak yang dulu tanpa dokumen resmi, tanpa rapor lengkap, akhirnya bisa berdiri di posisi seperti sekarang.
"Saya cuma ingat-ingat. Kok bisa ya jadi gubernur," tuturnya sambil tersenyum simpul. Sebuah pertanyaan yang mungkin tak pernah ia duga akan terjawab seperti ini.
Artikel Terkait
Harga Ban Mobil Populer April 2026: Cek TWI Sebelum Ganti
Kapolda Riau Apresiasi Ibu-ibu Panipahan, Akui Ada Kekosongan Kehadiran Negara
SNPMB Tetapkan Aturan Busana Formal dan Jadwal UTBK 2026
Dirjen Bea Cukai Blusukan ke Tiga Kantor, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan 2026