Prabowo Gerak Cepat, Audit Medis Digelar Usai Ibu dan Bayi Tewas Ditolak Empat RS di Jayapura

- Senin, 24 November 2025 | 21:15 WIB
Prabowo Gerak Cepat, Audit Medis Digelar Usai Ibu dan Bayi Tewas Ditolak Empat RS di Jayapura
Laporan Tragedi Medis di Jayapura

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian baru-baru ini melaporkan sebuah insiden memilukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Kasusnya, seorang ibu beserta bayi dalam kandungannya meninggal dunia setelah diduga ditolak oleh empat rumah sakit berbeda di wilayah Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua. Menanggapi laporan ini, Prabowo langsung memberi perintah tegas.

"Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada beliau," ujar Tito, saat ditemui wartawan di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin (24/11/2024).

Ia menjelaskan, presiden memerintahkan agar segera dilakukan audit menyeluruh terhadap layanan kesehatan di daerah tersebut. "Saya juga sudah berkoordinasi dengan Gubernur. Saya minta Pak Gubernur, begitu dapat info, untuk segera mendatangi keluarga korban. Semua akan dibantu," tambahnya.

Audit yang dimaksud tidak tanggung-tanggung. Cakupannya akan menjangkau semua pihak terkait, mulai dari rumah sakit hingga dinas kesehatan di tingkat provinsi dan kabupaten. Bahkan, hari ini juga tim khusus dari Kementerian Kesehatan dan Kemendagri sudah diberangkatkan ke Jayapura.

"Selain itu, kita akan lakukan audit internal untuk mencari tahu pokok masalahnya. Semua rumah sakit akan dikumpulkan, termasuk pejabat dari Dinas Kesehatan, baik yang negeri maupun swasta," lanjut Tito.

Tak hanya itu, Kemendagri akan meninjau ulang aspek regulasi yang berlaku. Mereka akan memeriksa Peraturan Bupati hingga Peraturan Gubernur yang mengatur hubungan dan tanggung jawab rumah sakit daerah.

Di sisi lain, Kemenkes mengirim tim tersendiri untuk mengaudit aspek teknis pelayanan medis. Tujuannya jelas: mengidentifikasi penyebab utama tragedi ini agar tidak terulang. Pesan Presiden Prabowo pun sangat kuat, mendesak semua pihak bergerak cepat.

"Kita enggak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Pesan dari pak presiden juga sama, jangan sampai ada korban berikutnya," tegas Tito.

"Audit harus segera dilakukan untuk mengetahui akar masalahnya, lalu diperbaiki. Apakah masalahnya di fasilitas, tata kelola, SDM, atau regulasinya. Itu yang akan kita cari tahu. Tim sudah berangkat malam ini," imbuhnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa wanita bernama Irene Sokoy dan bayinya meninggal dalam perjalanan bolak-balik menuju RSUD Dok II Jayapura. Kejadiannya pada Senin (17/11) sekitar pukul 05.00 WIT, setelah ia diduga ditolak oleh beberapa rumah sakit.

Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, menyampaikan kepedihannya. "Kematian Irene Sokoy dan bayinya adalah tragedi yang memilukan. Empat rumah sakit diduga menolak korban," katanya pada Minggu (23/11/2025).

Abraham menyebut rumah sakit yang diduga menolak Irene adalah Rumah Sakit Dian Harapan, RSUD Yowari, RSUD Abepura, dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Dari keluarga, terdengar keluhan yang pedih. "Apa yang keluarga kami alami adalah hal yang sangat menyakitkan. Kami dari kampung datang minta pertolongan medis, tapi tidak dapat pelayanan yang baik," kata seorang keluarga.

Merespons tragedi ini, Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, telah menyampaikan permohonan maaf. Irene Sokoy sendiri adalah warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Jayapura.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar