Tak cuma ekonomi, Muzani juga menyoroti pentingnya jembatan lewat pendidikan dan pertukaran budaya. Ia berharap makin banyak pelajar Indonesia yang bisa menimba ilmu di Saudi, begitu juga sebaliknya. “Pertukaran budaya akan memperkaya kedua bangsa,” lanjutnya.
Di sektor energi, kerja sama juga terus digodok. Baik dalam pengembangan energi terbarukan, maupun eksplorasi dan pengolahan energi fosil. “Ini langkah strategis untuk ketahanan energi kedua negara,” sambung Muzani.
Soal haji, komitmen Saudi diapresiasi. Setiap tahun, lebih dari 200.000 jemaah Indonesia datang ke Tanah Suci. “Kami sangat menghargai layanan yang diberikan,” ucapnya.
Secara kelembagaan, MPR mendukung penuh penguatan kerja sama yang digagas pemerintah. Muzani mengingatkan lagi pesan Presiden Prabowo saat berkunjung ke Saudi pada Juli lalu. “Beliau menekankan pentingnya meningkatkan volume perdagangan, kunjungan antarpejabat, dan forum bisnis lewat Saudi-Indonesian Business Council,” tuturnya.
Harapannya, pertemuan ini bisa memperkuat hubungan RI–Arab Saudi dan membuka lebih banyak peluang kerja sama ke depan. “Kita punya tradisi kaya dan kontribusi besar bagi dunia Islam. Karena itu, tanggung jawab kita bersama untuk terus membangun perdamaian dan kesejahteraan,” pungkas Muzani.
Usai pembicaraan, kedua pimpinan saling bertukar cendera mata. Muzani menghadiahkan plakat Gedung DPR/MPR, kayu gaharu, serta kopi dan teh. Sementara Syaikh Abdullah membalas dengan plakat berbentuk masjid, plakat piringan, dan cangkir kenangan.
Artikel Terkait
Blokade AS di Selat Hormuz Pacu Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
Pertemuan Jokowi dan Ahmad Ali di Solo Diwarnai Gelak Tawa Bahas Permintaan JK Soal Ijazah
Polisi Tangkap Ki Bedil dan Broker Senjata Ilegal di Bandung
Anggota DPRD DKI Soroti Pungli Rp100 Ribu ke Sopir Bajaj di Tanah Abang