Duta Lingkungan Riau Tanam Harapan di Bumi Perkemahan

- Senin, 24 November 2025 | 15:20 WIB
Duta Lingkungan Riau Tanam Harapan di Bumi Perkemahan
Aksi Nyata Duta Lingkungan

Bumi Perkemahan di Pusdiklat Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Riau, Pekanbaru, mendadak riuh pagi itu. Puluhan siswa SMA itu bukan cuma berkumpul, mereka ada untuk bertindak. Dalam rangka Hari Pohon Sedunia, mereka menggenggam bibit dan sekop, siap menghijaukan bumi. Aksi ini adalah buah langsung dari Workshop Green Policing yang sebelumnya digelar Polda Riau.

Kombes Eko Budhi Purwoko, Dirbinmas Polda Riau, hadir memimpin apel pagi. Dalam keterangannya di Senin (24/11/2025), ia menjelaskan konteks di balik semangat para muda-mudi ini.

"Penanaman pohon ini merupakan bagian dari lanjutan Workshop Green Policing, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia. Ini adalah aksi nyata para siswa mengimplementasikan program tersebut,"

Ia menambahkan, lewat kegiatan yang mereka sebut Remaja Aksi Cinta Alam dan Lingkungan (Macakal) ini, ada nilai lebih yang dibangun.

"Kegiatan ini sekaligus untuk membangun kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Dari sini, semangat para duta mulai terlihat,"

Setelah apel dan senam pagi yang memompa semangat, acara berlanjut dengan sesi edukasi. Di bawah bimbingan 17 mentor dari Ditbinmas Polda Riau, para peserta diajak untuk lebih terbuka, membangun kekompakan, dan menyadari bahwa menjaga lingkungan dimulai dari kepedulian terhadap orang di sekitar.

Lalu, tibalah momen yang paling dinanti: penanaman pohon. Antusiasme mereka benar-benar meluap. Di area bumi perkemahan itu, tangan-tangan mungil itu dengan cekatan menanam bibit pohon. Bahkan, tak sedikit yang dengan semangatnya menanam lima hingga enam bibit sendirian.

Menurut Kombes Eko, yang menarik, setiap pohon tak hanya ditancapkan ke tanah. Setiap bibit diberikan nama dan doa. Sebuah simbol harapan sederhana, agar pohon-pohon itu kelak tumbuh besar dan memberikan manfaat untuk anak cucu di masa depan.

Usai menanam, jangan lupa dokumentasi! Momen kebanggaan ini langsung dibagikan ke media sosial, sebuah cara jitu untuk mengajak lebih banyak lagi anak muda agar turut peduli.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan botram atau makan bersama. Suasana kekeluargaan terasa hangat. Yang patut dicatat, tak ada sampah plastik kemasan atau bungkus sekali pakai yang terlihat. Bekal dari rumah dinikmati bersama, sebuah bukti cinta lingkungan dalam aksi yang paling sederhana sekalipun.

Menjelang akhir, para mentor mengadakan evaluasi dan memberikan penghargaan bagi peserta yang dinilai paling serius dan berdedikasi. Tapi, sejatinya, hadiah terbesar bukanlah piala atau piagam. Pengalaman menjadi bagian dari agen perubahan dan kebanggaan telah berbuat nyata, itulah ganjaran yang tak ternilai.

Operasi Semut Sebelum Pamit

Sebelum bubar dan pulang ke rumah masing-masing, para Duta Green Policing ini masih punya satu misi terakhir: Operasi Semut. Mereka memastikan area Buperta kembali bersih, tak menyisakan secuil sampah pun. Kegiatan memang usai, tapi api semangat di hati mereka jelas masih membara.

Kombes Eko menutup dengan pesan yang menggugah,

"Karena Macakal Green Policing bukan hanya kegiatan hari ini, namun ini adalah gerakan berkelanjutan untuk masa depan. Menanam satu pohon mungkin terlihat kecil, tapi itulah awal dari perubahan besar. Hari ini kita tidak hanya menanam pohon kita sedang menanam masa depan,"

Hari itu, di bawah langit Pekanbaru, mereka bukan cuma menanam pohon. Mereka menanam harapan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini