ungkapnya penuh decak kagum.
Saat ini, sudah sepuluh Sekolah Lansia yang beroperasi di penjuru Jakarta. Pramono pun memerintahkan Dinas PPAPP untuk terus mengembangkan program ini, agar bisa menjangkau lebih banyak lagi lansia yang haus ilmu.
tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, memaparkan bahwa program ini dirancang sebagai pendidikan nonformal berbasis masyarakat. Tujuannya jelas: menciptakan lansia tangguh di tengah keluarga yang nyaman.
Program ini menjadi semacam wadah berkumpul, belajar, dan beraktivitas sosial. Sasaran utamanya adalah mewujudkan lansia yang tak hanya sehat dan mandiri, tapi juga aktif, produktif, dan tentu saja, bermartabat.
Konsep SMART yang diperkenalkan mencakup tujuh dimensi: spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, dan lingkungan. Harapannya, lansia tak lagi sekadar penerima bantuan, melainkan subjek pembangunan yang masih bisa memberi kontribusi nyata.
Untuk memastikan keberlangsungannya, Dinas PPAPP sedang menyusun Peraturan Gubernur khusus tentang Bina Keluarga Lansia melalui Sekolah Lansia. Dengan payung hukum yang kuat, diharapkan kualitas hidup lansia Jakarta bisa terus terdongkrak, membuat masa tua mereka justru penuh makna dan manfaat.
Artikel Terkait
Tangsel Perpanjang Darurat Sampah, Camat hingga RW Dikerahkan
Gus Yahya Tegaskan Batas: Dukungan Emosional, tapi Tak Campuri Kasus Hukum Gus Yaqut
Ritual Macet Truk Kontainer Kembali Paralyze Jakarta Utara
Damkar Bogor Berjuang dengan Lima Unit Rescue untuk 40 Kecamatan