“Artinya sebuah kewajiban,” tegasnya. “Bagi siapa? Bagi produsen makanan, minuman, obat, kosmetik, sampo, sabun, odol, deodoran, sepatu, tas, baju dan semuanya.” Aturannya jelas: wajib bersertifikat halal kalau memang halal, dan wajib dikasih keterangan nonhalal kalau mengandung yang tidak halal.
Langkah semacam ini sebenarnya bukan hal baru di peta global. Beberapa negara lain sudah lebih dulu menerapkan sertifikasi halal. Namun begitu, Haikal yakin kewajiban ini justru akan mendongkrak perekonomian Indonesia.
“Jadi, halal untuk tumbuh,” paparnya. “Seperti yang Bapak Ibu saksikan saat ini, halal itu jadi simbol.”
Simbol kesehatan, simbol kebersihan, bahkan simbol elite food dan kualitas. Itulah mengapa dia dengan percaya diri menyimpulkan, “halal is modern civilization.”
Artikel Terkait
Warga Kramat Jati Tersiksa, Sampah Pasar Induk Menggunung Tak Terangkut
Beijing Murka, Washington Pamer Kekuatan: Penangkapan Maduro Picu Ketegangan Baru
Di Beirut, Iran Tegaskan: Siap Perang, Tapi Bukan Pilihan Pertama
Kantuk Sopir Truk Sampah Picu Tabrakan dan Macet Parah di MT Haryono