Pencarian resmi untuk dua korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, akhirnya dihentikan. Meski begitu, kedua korban masih belum berhasil ditemukan.
Di atas lokasi yang dulu ramai oleh aktivitas penyelamatan, suasana kini berubah hening. Keluarga korban, bersama tim SAR, memilih menggelar prosesi tabur bunga sebagai bentuk pelepasan. Upacara sederhana ini digelar di dua titik yang selama ini menjadi fokus pencarian, yaitu worksite A-1 dan B-1.
Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman, menjelaskan keputusan penutupan operasi ini.
"Dari hasil dialog semalam, keluarga sudah mengikhlaskan. Kita sudah naik ke worksite A-1 untuk tabur bunga, lalu di B-1 ini juga untuk penutupan. Semua berdasarkan keikhlasan keluarga," ujarnya kepada para wartawan.
Dia menambahkan, "Sudah ada surat pernyataan resmi dari mereka. Sebagai kepala daerah, saya pun menutup operasi SAR ini tepat pukul 16.00 WIB."
Namun begitu, pintu pencarian tidak benar-benar dikunci rapat. Syamsul menegaskan bahwa Basarnas tetap siaga.
"Kantor Basarnas Cilacap terbuka 24 jam. Mereka siap menerjunkan tim kembali jika nantinya muncul tanda-tanda baru atau laporan dari warga. Ini wujud tanggung jawab kami," terangnya.
Dua nama yang masih menghilang adalah Maysarah Salsabila, 14 tahun, yang diduga tertimbun di worksite A-1, dan Vani Hayati, 12 tahun, di worksite B-1. Upaya gabungan tim SAR telah berlangsung selama sepuluh hari, sesuai dengan prosedur operasi standar, sebelum akhirnya harus ditutup dengan kepasrahan dan setangkai bunga.
Artikel Terkait
Anggota DPR Ajak Diaspora Boyolali di Dalam dan Luar Negeri Perkuat Sinergi Pembangunan Bangsa
Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia, Libatkan Bank Sampah Binaan
Tiang Penerangan Jalan di Lokasi Amblas Lenteng Agung Dicabut untuk Cegah Bahaya
Menteri Ketenagakerjaan Tutup PMN Batch 2, Target Peserta 150 Ribu Orang pada 2026