“Beberapa kena, setelah itu diminta buat "pake" masker semua,” ujarnya.
Di sisi lain, warga lain bernama Jamal membenarkan kondisi serupa. Menurut pengamatannya, masalah debu ini sudah berlangsung sejak pekan lalu. Dampaknya langsung terasa: anak-anak mulai batuk-batuk dan menunjukkan gejala ISPA.
“Iya yang saya lihat sih sekarang pada pake masker, mulai awal datang sampe pulang,” ungkap Jamal.
Seiring keluhan warga yang kian terdengar, upaya penanganan pun mulai dilakukan. Beberapa mobil penyiram air dikerahkan untuk membasahi lahan tersebut. Tujuannya sederhana: mencegah debu beterbangan.
“Sekarang sih hampir setiap hari lah ada mobil yang nyemprotin air ke lahannya supaya tanahnya nggak terbang-terbangan. Terus tanahnya juga mulai ditanemin beberapa pohonan,” pungkas Siti.
Artikel Terkait
Hengki Pimpin Serah Terima Jabatan, Pejabat Baru Polda Banten Diminta Segera Beradaptasi
Nyaris Tewas Dihantam Truk, Pasutri Lompat ke Pembatas Saat Detik-Detik Maut di Flyover Ciputat
Damkar Bogor Sibuk Sepanjang 2025: Hampir 2.000 Aksi Penyelamatan dan Ratusan Kebakaran
Pos Ikonik Polres Tangsel di Epicon ICE BSD Raih Penghargaan Polda Metro Jaya